KIBAN? Na neu telpon lon bunoe nye? Lon teungoh di Jakarta (Bagaimana? Anda menelpon saya tadi ya? Saya sedang di Jakarta).
Pertanyaan dan pernyataan itu meluncur dari mulut Sekretaris Daerah Lhokseumawe Bukhari AKs., saat menghubungi portalsatu.com lewat telpon genggam, Selasa, 31 Januari 2017.
Sebelumnya, sejak pukul 14.00 sampai 14.15 WIB, portalsatu.com tiga kali menghubungi Sekda Bukhari, tetapi terdengar, nomor yang Anda tuju sedang sibuk. Bukhari kemudian menghubungi portalsatu.com sekitar pukul 15.30 WIB.
Rapat terakhir tentang KEK (Kawasan Ekonomi Khusus Lhokseumawe), ujar Bukhari saat ditanya terkait kegiatannya di Jakarta.
Portalsatu.com lantas mengkonfirmasi Sekda Bukari soal belum diserahkannya rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2017 kepada DPRK. Ia mengakui hal itu. Namun, Bukhari menolak memberikan penjelasan ketika ditanya kapan akan diserahkan ke dewan. Dikonfirmasi ke Pak Nazar (Nazaruddin, Plt. Wali Kota Lhokseumawe) saja, biar satu pintu penjelasannya, kata Bukhari.
Bukhari juga menolak dikonfirmasi soal hasil penghitungan realisasi APBK tahun 2016. Langsung dengan Pak Plt. Wali Kota saja, ya. Biar satu pintu, satu atap informasinya, ujar Sekda Lhokseumawe ini.
Pernyataan hampir sama diucapkan Sekda Bukhari ketika dihubungi Selasa pekan lalu. Sejak 24 Januari 2017 itu, Bukhari menutup pintu alias menolak memberikan penjelasan tentang realisasi anggaran 2016 maupun KUA PPAS 2017. Kunci pintu informasi tersebut tampaknya kini dipegang Plt. Wali Kota Lhokseumawe Nazaruddin.
Catatan portalsatu.com, terakhir kali Sekda Bukhari bersedia melayani wawancara saat dihubungi Selasa, 9 Januari 2017. Saat itu, Bukhari mengaku dalam perjalanan pulang seusai mengikuti rapat di Unsyiah Banda Aceh tentang KEK Lhokseumawe.