TAKENGON – Pemerintah Aceh Tengah menyambut kunjungan tim asosiasi Kopi Eropa atau Specialty Coffee Association of Europe (SCAE) di Takengon, Senin, 16 November 2015, malam. Tim SCAE meninjau langsung beberapa lahan dan proses tanam kopi sekaligus menjajaki kerja sama bisnis.
“Kalau kerja sama ini berjalan, maka harga kopi Gayo akan terus melambung dengan penekanan peningkatan pemesanan,” kata Bupati Aceh Tengah H. Nasaruddin kepada wartawan usai menjamu tim SCAE.
Ia mengakatan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI telah mendaftarkan kopi Gayo di Officer for Harmonization in the Internal Market (Ohim) dengan nomor registrasi 014330484 tertanggal 26 Oktober 2015. Pendaftaran dimaksud berupa merek dan lambang.
Jika merek dan lambang tersebut nantinya disahkan Ohim, sebut Nasaruddin, maka pasaran kopi Gayo di Eropa semuanya harus menggunakan label Gayo.
“Selama ini yang beredar di pasar Eropa juga kopi kita. Tapi labelnya bukan Gayo, karena kita belum daftarkan mereknya, sehingga pemasok kopi ke Eropa dapat bebas menggunakan merek,” sebut Nasaruddin.
Nasaruddin berharap Kementerian Pertanian membangun Balai Penelitian Kopi khusus untuk wilayah tengah Aceh. Melalui balai penelitian itu nantinya akan dikembangkan kualitas kopi terbaik dunia sehingga secara berkesinambungan dapat menumbuhkan roda perekonomian masyarakat di wilayah tengah Aceh.
“Insyaallah, segera kita usul melalui kesepakatan tiga pemerintah daerah (Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues) melalui rekomendasi Gubernur Aceh untuk kita ajukan kepada Kementerian Pertanian. Mudah-mudahan disetujui,” katanya.[]