TERKINI
BAHASA

Saka pada Sang Saka Merah Putih Itu Apa?

Peringatan Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus, saban tahun diperingati. Menjelang peringatan itu, kata “saka” pada Sang Saka Merah Putih mendadak populer kembali setelah penggunaannya terakhir kali…

M FAJARLI IQBAL Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 12.5K×

Peringatan Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus, saban tahun diperingati. Menjelang peringatan itu, kata “saka” pada Sang Saka Merah Putih mendadak populer kembali setelah penggunaannya terakhir kali pada 17 Agustus tahun sebelumnya.

Kata saka laksana musim buah yang ramai “disantap” di musim itu, lalu dilupakan setelah musim itu berlalu. Namun, “disantap” kembali saat musim itu tiba.

Sebagian orang bertanya, apa sebenarnya saka itu?

Bila merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring), saka pada Sang Saka Merah Putih adalah kependekan dari kata “pusaka”. Jadi, Sang Saka Merah Putih berarti Sang Pusaka Merah Putih.

Sang Saka Merah Putih julukan kehormatan terhadap bendera Merah Putih. Pada mulanya sebutan ini ditujukan untuk Bendera Pusaka, bendera Merah Putih yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, saat Proklamasi dilaksanakan. Namun, selanjutnya dalam penggunaan umum, julukan itu juga ditujukan kepada setiap bendera Merah Putih yang dikibarkan dalam setiap upacara bendera.

Jika saka pada Sang Saka Merah Putih merupakan kependekan, saka dalam bahasa Indonesia juga merupakan sebuah kata dan bukanlah kependekan.

Saka dapat diartikan juga sebagai ‘tiang rumah’. Tak hanya itu, saka juga dapat berarti keluarga dari pihak ibu, pangkat adat dari kaum yang bersifat turun-temurun. Untuk arti saka yang kedua ini, kata tersebut diserap dari bahasa Minangkabau.

Saka juga merupakan sebutan untuk tahun Jawa berdasarkan cerita tentang kedatangan Aji Saka ke tanah Jawa, dimulai 78 tahun sesudah Masehi.[]

M FAJARLI IQBAL
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar