Dunia telah memberitakan keributan jalanan antara para pendukung keseblasan klub sepak bola Inggris dan Rusia, saling melempari botol dan kursi serta menyerang polisi anti huru-hara Prancis di Marseille pada Sabtu 11 Juni 2016.
Keributan antara pendukung keseblasan sepak bola seperti itu mengingatkan kita pada slogan peradaban tinggi dan beradab.
Tidak lebih buruk, tapi keributan itu sama dengan keributan di kampung-kampung di Aceh, antara pendukung keseblasan sepak bola kampung atau kecamatan, atau antara pendukung calon eksekutif dan legislatif saat pemilu.
Maka di mana baiknya pertandingan ini, yang melahirkan permusuhan abadi. Sepak bola yang dikampanyekan Eropa, selain melahirkan judi juga melahirkan permusuhan. Dan itu terjadi di Prancis, salah satu negara yang dianggap maju, negara yang diklaim memiliki Kota Seni Dunia, Paris. O, itukah hebatnya Eropa?
Ini mengingatkan kita terhadap ada orang Barat yang memprotes hukum cambuk di Aceh, yang katanya melanggar HAM. Perbaiki dulu diri Anda.