CALANG – Budi daya rumput laut milik beberapa pemuda di Pulo Raya, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, kini telah membuahkan hasil, panen pertama dimulai.

Ahmadi, sebagai salah seorang inisiator yang membuat kelompok usaha budidaya rumput laut ini mengatakan, usaha tersebut mulai dirintis sejak bulan Desember 2015 lalu.

“Saya mengajak beberapa orang pemuda di sini untuk memanfaatkan lahan yang tersedia dijadikan lokasi budi daya rumput laut. Sumber daya alam di sini potensial, ini hal yang membuat saya mendorong para pemuda untuk memanfaatkannya. Ini dapat menambah pendapatan masyarakat, khususnya para pemuda,” kata Ahmadi, Rabu 10 Februari 2016.

Ahmadi mengatakan, budi daya rumput laut tersebut untuk membuka peluang kerja baru bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap.

“Tidak mesti harus merantau ke negeri orang sementara banyak hal yang bisa dikerjakan di negeri sendiri,” ujar mantan alumni PGSD FKIP Unsyiah ini.

Ahmadi menambahkan, saat ini pihaknya memiliki lahan seluas lebih kurang lima belas hektar, namun baru dua hektar lahan yang baru bisa manfaatkan.

“Alhamdulillah dari hasil panen pertama, sekira lima ton rumput laut sudah dihasilkan. Setelah proses pengeringan, bisa dijual kepada penampung dengan harga kisaran Rp.20.000,- sampai Rp.40.000,- per kilogramnya, tergantung kualitas rumput laut itu,” katanya.

Ahmadi mengatakan, peluang usaha ini menjanjikan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di kecamatan setempat.

“Dengan usia empat puluh lima hari rumput laut siap panen, dan Insya Allah akan menghasilkan puluhan bahkan ratusan juta Rupiah,” ujar mantan aktivis mahasiswa FKIP Unsyiah ini.

Ahmadi berharap, ke depannya, dengan adanya alokasi dana gampong serta ada dukungan dari pihak-pihak baik pemerintah setempat atau pihak swasta lainnya, usaha budidaya rumput laut tersebut terus berkembang.

“kita ingin  mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, baik dari segi pemasaran, pemanfaatannya bahkan bisa menjadi ikon suatu daerah karena dari rumput laut bisa dijadikan kuliner khas suatu daerah,” kata Ahmadi.[](tyb)

Laporan Baihaki.