TERKINI
ACEH

Ruang Ramah Anak di Aceh Utara, dari Luka Banjir Menuju Harapan Baru

ACEH UTARA — Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir bandang, harapan baru hadir bagi anak-anak di Gampong Alue Anoe Timu, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Yayasan…

Muhammad Fazil Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA

ACEH UTARA — Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir bandang, harapan baru hadir bagi anak-anak di Gampong Alue Anoe Timu, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Yayasan Geutanyoe Aceh bersama Save the Children Indonesia meresmikan Child-Friendly Space (Ruang Ramah Anak), Kamis, 2 April 2026.

Itu merupakan sebuah tempat yang bukan sekadar bangunan, tetapi juga simbol awal pemulihan. Ruang ini dirancang sebagai tempat yang aman, nyaman, dan penuh dukungan bagi anak-anak terdampak banjir. Setelah melalui masa sulit yang mengguncang kehidupan mereka, kini anak-anak memiliki ruang untuk kembali bermain, belajar, dan perlahan memulihkan kondisi emosional melalui dukungan psikososial yang berkelanjutan.

Tidak hanya itu, untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, satu unit tandon air juga disediakan di area tersebut. Fasilitas itu diharapkan mampu memastikan ketersediaan air bersih, baik untuk aktivitas anak-anak maupun masyarakat sekitar.

Program ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan dukungan psikososial yang telah dimulai sejak Januari dan akan berlangsung hingga April 2026. Kegiatan ini menjangkau empat gampong (desa) di dua kecamatan dalam wilayah Aceh Utara, yakni Gampong Matang Serdang dan Matang Seuke Pulot, Kecamatan Tanah Jamboe Aye, serta Gampong Alue Anoe Timu dan Alue Anoe Barat, Kecamatan Baktiya.

Fasilitator Psychosocial Support Yayasan Geutanyoe, Fara Sabrina, mengatakan, kehadiran ruang ini tidak hanya sebagai fasilitas fisik, tetapi juga sebagai ruang pemulihan emosional bagi anak-anak.

“Tidak apa jika anak-anak masih merasa takut atau sedih, itu adalah bagian dari proses. Di tempat ini mereka boleh tertawa lagi, bermimpi lagi, dan menemukan kembali rasa aman. Pelan-pelan luka itu akan sembuh, digantikan dengan cerita baru yang lebih kuat dan penuh harapan,” kata Fara, Kamis.

Keuchik Gampong Alue Anoe Timu, Zulkarnaini, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Yayasan Geutanyoe dan Save the Children Indonesia. Kehadiran Ruang Ramah Anak ini menjadi harapan baru bagi anak-anak untuk kembali tersenyum dan bermain. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi kami semua,” ujarnya.

Melalui pembangunan ruang anak tersebut, Yayasan Geutanyoe dan Save the Children Indonesia berharap dapat menghadirkan kembali rasa aman, serta menumbuhkan harapan bagi anak-anak terdampak bencana. Bukan dari sekadar bangunan, ruang ini menjadi simbol bahwa di tengah keterbatasan, setiap anak tetap memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi.[]

Muhammad Fazil
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar