Resolusi tahun baru, atau resolusi layar gawai, cukup akrab di telinga. Pernah dengar makna lainnya di bidang kimiawi? Kecuali Anda bergelut di bidang itu, resolusi sebagai daya pisah mungkin tak populer. Kata resolusi, memang punya banyak makna.
Pada awal tahun, kata resolusi ini lebih sering dipercakapkan. Kamus Besar Bahasa Indonesia, menjelaskan resolusi sebagai putusan atau kebulatan pendapat, berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.
Makna lainnya terhubung dengan dunia teknologi, yakni satuan pengukuran tingkat ketajaman gambar yang dihasilkan oleh pencetak atau monitor. Pengukuran dilakukan terhadap jumlah piksel maksimum secara horizontal dan vertikal.
Artinya, layar monitor dengan resolusi 1920×1200 piksel mampu menampilkan lebih banyak informasi (berupa gambar) dibanding layar yang beresolusi 1024×768.
Serupa tapi tak sama berlaku dalam kamera dan printer (mesin pencetak). Misalnya: Resolusi kamera depan mencapai 20 megapiksel. Kata resolusi di sini mengindikasikan seberapa banyak piksel yang mampu direkam sensor kamera (digital) saat memotret atau menangkap gambar dengan cahaya.
Lain lagi saat dikaitkan dengan printer yang menghasilkan gambar di atas kertas, atau medium lain seperti canvas. Istilah resolusi printer, sebenarnya kurang pas karena gambar yang dihasilkan printer tidak berupa piksel, melainkan titik tercetak (bukan digital).
Semakin banyak titik yang mampu dicetak di atas kertas, semakin mirip hasil cetak dengan gambar yang tertayang di monitor komputer.
Ada lagi kata resolusi yang berurusan dengan dunia kimawi: tindakan memisahkan materi seperti senyawa kimia atau sumber radiasi elektromagnetik ke dalam bagian penyusunnya. Resolusi bermakna daya pisah, seperti digunakan di dunia kromatografi.
Kromatografi, adalah teknik analisis yang pemisahan komponennya didasarkan pada perbedaan suatu sifat berpindah antara dua fase, fase yang satu bergerak dan fase yang lain diam.