JANTHO – Wakil Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf meresmikan penggunaan sarana dan prasarana Dayah Terpadu al-Muhajirin dan SMP Islam al-Muhajirin, di Desa Babah Jurong, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Minggu, 2 Oktober 2016. Dia mengatakan momentum Tahun Baru Islam atau 1 Muharram sangat tepat sebagai pemilihan waktu peresmian dayah.
“Kita bersama mendoakan agar sekolah ini bisa maju. Ini momentum yang tepat,” ujarnya.
Mualem, sapaan akrab Muzakir Manaf, mengharapkan dengan hadirnya Dayah al-Muhajirin bisa membantu pemerintah dalam mensyiarkan Islam di Aceh.
“Agama adalah benteng kehidupan. Dengan adanya dayah ini, semoga bisa menjadi tempat untuk menuntut ilmu serta memperbaiki akhlakul karimah,” ujar Muzakir Manaf.
Saat ini, ujar Muzakir Manaf, berbagai macam aliran mulai masuk ke Indonesia dan juga ke Aceh yang diketahui sebagai daerah yang keislamannya sangat kental. Mualem memberi kiasan, Aceh layaknya pohon yang tumbuh begitu besar sehingga terpaan angin begitu kencang.
“Kita harus sama-sama pagari akhlak para generasi kita. Di luar banyak munculnya kepercayaan baru. Kita harus sama-sama membentengi hal itu sehingga tidak masuk ke Aceh,” ujarnya.
Kepada ulama-ulama yang hadir dalam peresmian Dayah al-Muhajirin, Mualem meminta doa agar Aceh bisa senantiasa damai sehingga para investor mau menanam modal di Aceh. Dalam waktu dekat, kata Muzakir Manaf, dirinya selaku salah satu pimpinan Pemerintah Aceh akan membuat komitmen dengan pemerintah Inggris dan Singapura untuk berinvestasi, menanamkan modal di Sabang.
“Dengan MoU ini tentunya akan membuat Aceh bisa bertambah maju dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Mohon doa semuanya.”