Dalam pemakaian bahasa Indonesia sering kita temukan penggunaan kata relawan dan sukarelawan. Penggunaan kedua kata itu menyebabkan sebagian pemakai bahasa mempertanyakan bentuk manakah yang benar?

Dalam hal ini, kita perlu memahami bahwa imbuhan –wan itu berasal dari bahasa Sanskerta. Secara aturan, imbuhan itu digunakan bersama kata benda (nomina), seperti pada kata bangsa + -wan menjadi bangsawan; harta + -wan menjadi hartawan, rupa + -wan menjadi rupawan.

Imbuhan itu menyatakan tentang ‘orang yang memiliki benda seperti yang disebutkan pada kata dasar’. Jadi, bangsawan berarti ‘orang yang memiliki bangsa’ atau ‘keturunan raja dan/atau kerabatnya’; hartawan ‘orang yang me­miliki harta’, dan rupawan ‘orang yang memiliki rupa yang elok’ atau ‘orang yang elok rupa’.

Dalam perkembangannya, arti imbuhan –wan meluas. Pada kata ilmuwan, negarawan, fisikawan, misalnya, imbuhan –wan menyatakan ‘orang yang ahli dalam bidang yang disebutkan pada kata dasarnya’. Dengan demikian, ilmuwan berarti ‘orang yang ahli dalam bidang ilmu tertentu’; negarawan ‘orang yang ahli dalam bidang kenegaraan’; dan fisikawan ‘orang yang ahli dalam bidang fisika’.

Pada kata seperti olahragawan, peragawan, dan usahawan, imbuhan –wan berarti ‘orang yang berprofesi dalam bidang yang disebutkan pada kata dasar’. Jadi, olah­ragawan berarti ‘orang yang memiliki profesi dalam bidang olahraga’; peragawan ‘orang yang berprofesi dalam bidang peragaan’, dan usahawan ’rang yang berprofesi dalam bidang usaha (tertentu)’.

Pada contoh itu terlihat bahwa imbuhan –wan pada umumnya dilekatkan pada kata benda (nomina), seperti bangsa, harta, ilmu, olahraga, usaha, dan peraga. Imbuhan –wan tidak pernah dilekatkan pada kata kerja (verba).

Berdasarkan kenyataan itu, penggunaan imbuhan –wan pada kata relawan di­pandang tidak tepat. Hal itu sama saja kasusnya dengan penambahan –wan pada kata kerja pirsa yang menjadi pirsawan. Dalam hal ini pilihan bentuk kata yang benar adalah pemirsa, yaitu ‘orang yang melihat dan memperhatikan atau menonton siaran televisi’.

Lantas, bentuk apakah yang lebih tepat tinimbang relawan? Bila merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (1996:970), sukarelawan lebih tepat penggunaannya. Kata tersebut mengandung pengertian ‘orang yang dengan sukacita melaku­kan sesuatu tanpa rasa terpaksa’. Kata sukarela ini berasal dari kata dasar sukarela dan imbuhan –wan.

Atas dasar itu, kata yang sebaiknya kita gunakan adalah sukarelawan, bukan relawan.[]