Jajaran Polres Jembrana, Bali mengubek-ubek kawasan pesisir Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Puluhan personel Polres Jembrana berpakaian dinas dan preman merazia sejumlah kafe remang-remang, Rabu (25/11) dinihari.

Menariknya dari operasi tersebut, Ririn, salah seorang wanita pekerja menangis dan coba berontak saat diangkut ke mobil petugas. Karena terus meronta, akhirnya petugas tidak jadi membawa wanita tersebut ke Mapolres Jembrana. Hal itu juga setelah mendapat jaminan dari pemilik kafe kalau wanita tersebut memiliki KTP, namun masih dibawa kepala dusun setempat untuk didata sebagai penduduk pendatang.

“Pak saya mohon jangan saya dibawa pak. Malu saya pak di tonton banyak orang. KTP saya masih di kepala dusun, saya baru datang ke desa ini,” kata Ririn merengek kepada petugas.

Operasi yang mulai pukul 23.00 Wita hingga pukul 01.20 dini hari, dipimpin oleh KBO Reskrim Polres Jembrana Iptu Aan Saputra, memeriksa semua pengunjung kafe, wanita pekerja kafe dan barang bawaannya guna mengantisipasi penyalahgunaan narkoba.

“Dari sejumlah kafe yang kita periksa, tidak ditemukan narkoba. Kita hanya menemukan pekerja kafe yang tidak memiliki KTP dan satu pekerja masih di bawah umur,” terang Iptu Aan Saputra, seizin Kapolres Jembrana, Rabu (25/11).

Katanya ada enam wanita pekerja kafe diketahui tidak memiliki KTP dan satu orang diketahui masih di bawah umur, yakni EY (17), asal Tegal Badeng Timur, Negara Bali.

Mereka kemudian dinaikan ke mobil polisi dan diamankan di Mapolres Jembrana untuk pembinaan. Pemilik kafe yang pekerjanya diamankan juga diminta datang ke Polres Jembrana guna dimintai keterangannya.

Selain mencari narkoba menurut Aan Saputra, giat tersebut juga untuk mengantisipasi pelaku kejahatan lainnya termasuk jaringan teroris karena tidak menutup kemungkinan pelaku-pelaku kejahatan memanfaatkan tempat hiburan malam untuk bersembunyi.[] Sumber: merdeka.com