LHOKSUKON – Pengungsi Rohingya di Shelter Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, saat ini dilaporkan terus berkurang dari jumlah mereka saat terdampar di perairan Seunudon, Mei lalu.

Informasi diterima portalsatu.com, manusia pencari suaka itu terus berkurang akibat melarikan diri. Awalnya, jumlah mereka  322 orang, kini tinggal 140 orang.

Kepala Bagian Humas Setdakab Aceh Utara, Amir Hamzah kepada portalsatu.com, Jumat, 16 Oktober 2015, mengatakan setelah melakukan evaluasi ke lapangan dan koordinasi dengan pihak IOM, UNHCR, Kepala Dinas Sosial serta Kapolsek Kuta Makmur, imigran Rohingya yang tersisa di shelter sekitar 140 orang.

Menurut Amir Hamzah, awalnya data yang pihaknya peroleh pada 7 Oktober 2015, Rohingya yang tersisa di shelter itu 236 orang. Setelah dilakukan perhitungan terakhir kemarin (Kamis) dan dipadukan dengan data UNHCR dan IOM, kata dia, mereka tersisa 140 orang lagi. Menurut hasil kalkulasi sementara, sekitar 176 orang telah meninggalkan shelter.

“Pemerintah Aceh Utara akan melakukan koordinasi dengan pihak imigrasi untuk mengetahui jumlah pasti pengungsi Rohingya tersebut yang masih tinggal di Shelter Desa Blang Adoe. Kita sudah membuat mareka sesuai standar, malah kalau kita lihat cukup bagus, tetapi mareka lebih memilih melarikan diri. Kami menduga mereka kabur karena dibujuk cukong yang akan membawa mereka ke Malaysia. Kita tahu, sejak awal tujuan mereka berangkat dari Myanmar adalah ke Malaysia. Di sana banyak keluarga mereka,” tuturnya.

Catatan  portalsatu.com, sebanyak 322 warga etnis Rohingya awalnya terdampar di pesisir Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara pada 10 Mei 2015 bersama 228 imigran Bangladesh. Kemudian mereka dievakuasi ke Mapolres Aceh Utara, besoknya direlokasi ke GOR Lhoksukon. Beberapa hari kemudian dibawa ke TPI Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, agar penanganannya lebih efektif lagi.

Dari Lapang, dipindahkan ke tempat yang lebih layak ke gedung  BLK Aceh Utara di Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur pada 15 Juni 2015. Selanjutnya, pihak donatur membangun shelter yang jaraknya hanya seratus meter dari gedung BLK. Pada 6 Agustus 2015, mereka dipindahkan ke shelter untuk jangka waktu setahun.

Saat itu, jumlah warga Rohingya menempati shelter sebanyak 322 orang. Kemudian pada pertengahan September lalu, enam orang melarikan diri, sisanya menjadi 316 orang. Lalu, setelah ricuh pada 29 September, akibat sejumlah wanita Rohingya diduga berbohong diperkosa, 80 orang di antaranya melarikan diri, sisanya menjadi 236 orang. Menurut pihak Pemkab Aceh Utara hingga kemarin (Kamis) jumlah warga Rohingya itu tinggal 140 orang. [] (mal)