LHOKSEUMAWE Ratusan pebalap dari berbagai daerah di Aceh dan Sumatera Utara ikut memeriahkan grass track piala Wali Kota Lhokseumawe, Sabtu, 17 Oktober 2015. Kegiatan yang berlangsung di Sirkuit Purna Bina Indonesia (PBI) Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe ini memperebutkan jutaan rupiah uang tunai plus trophy.
Kejuaraan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, ini akan dilaksanakan selama dua hari sejak Sabtu hingga Minggu, 18 Oktober 2015 besok.
Suaidi Yahya dalam sambutannya mengatakan open motor cross dilaksanakan untuk menjaring pebalap berbakat yang selama ini tidak memiliki tempat menunjukkan kebolehannya.
Selain dalam rangka mencari bibit unggul yang mampu meraih prestasi gelar dengan rekor tertinggi juga untuk memberantas dan menertibkan balapan liar yang sedang marak dilakukan para remaja, katanya.
Selama ini, kata dia, aksi balapan liar sering dilakukan oleh kelompok sepeda motor di Kota Lhokseumawe. Hal ini akhirnya meresahkan masyarakat pengguna jalan umum.
“Bahkan demi taruhan balapan liar, kerap menutup lintasan jalan umum di kawasan jembatan layang Line Pipa hingga melarang pengendera motor lain melintas,” ujarnya.
Dia mengatakan Pemerintah Kota Lhokseumawe juga akan meyiapkan lahan seluas 5 Hektare untuk membuat sirkuit permanen.
“Itu telah kita anggarkan jauh-jauh hari,” katanya.
Dia berharap para pemuda bisa menyalurkan bakat pada tempatnya dan tidak lagi melakukan aksi balapan liar, yang bisa menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri.
Sementara itu, Ketua Panitia Open Motor Cross, Mansur, mengatakan kegiatan olahraga ekstrim ini sudah mengantongi surat izin resmi dari Organisasi IMI (Ikatan Motor Indonesia) Provinsi Aceh.
Mansur mengatakan lebih dari 150 peserta yang mendaftar. Mereka berasal dari Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, Langsa, Kota Lhokseumawe, Aceh Tengah hingga Sumatera Utara.
Semoga perlombaan ini bisa berlangsung sukses seperti tahun sebelumnya dan menemukan bibit berpotensi dan berprestasi, ujar Mansur.[](bna)