TERKINI
NEWS

Ratusan Manuskrip Sejarah Aceh Dijual ke Luar Negeri

BANDA ACEH - Ratusan manuskrip berisi serajah Aceh diperjualbelikan oleh sejumlah kolektor di provinsi ini ke luar negeri seperti Malaysia. "Jual beli manuskrip jalur internasional…

MAISARAH Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 518×

BANDA ACEH – Ratusan manuskrip berisi serajah Aceh diperjualbelikan oleh sejumlah kolektor di provinsi ini ke luar negeri seperti Malaysia.

“Jual beli manuskrip jalur internasional antarkolektor ada yang dilakukan di Aceh dan ada juga manuskrip yang dibawa ke luar negeri. Penjualan ini salah satu penyebabnya didasari pada urusan ekonomi,” kata Hermansyah, peneliti manuskrip Aceh, dihubungi di Banda Aceh, 11 Oktober 2017.

Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2017, manuskrip-manuskrip di Aceh masih diperjualbelikan ke luar negeri terutama Malaysia. Dalam catatannya, sekitar 200 manuskrip telah dijual ke luar negeri dengan rentang tahun 2015 sampai 2017.

Menurut dia, penjualan manuskrip Aceh ke luar negeri merupakan hasil penelurusan dan informasi dari para peneliti luar yang saat diinventarisir terkait asal usul manuskrip yang dimiliki tersebut.

“Faktor jual beli manuskrip ini didasari pada urusan ekonomi. Kolektor di Aceh dengan mudah menjual naskah-naskah tersebut tanpa menjaga warisan Aceh,” katanya.

Ia mengatakan, faktor penjualan tersebut juga disebabkan kurangnya perhatian Pemerintah Aceh terhadap penyelamatan naskah di Aceh, seperti tidak adanya alokasi dana untuk pembelian manuskrip koleksi pemerintah, khususnya museum Aceh.

Hermansyah yang juga dosen UIN Ar-Raniry menyarankan agar Pemerintah Aceh memberikan perhatian serius kepada naskah kuno tersebut dengan memberi kompensasi atau membeli naskah yang saat ini masih ada di masyarakat.

“Ini merupakan salah satu cara yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan manuskrip Aceh yang nantinya dapat dijadikan sebagai warisan sejarah Aceh di masa mendatang,” katanya.

Ia menambahkan, pascarehabilitasi dan rekonstruksi gempa dan tsunami Aceh, beberapa NGO dan negara luar sudah membantu penyelamatan manuskrip di Aceh seperti Jepang dan Jerman.

“Negara-negara tersebut pernah membantu restorasi dan digitilisasi manuskrip Pemerintah. Saya juga menyarankan Pemerintah Aceh dapat mencari donatur luar untuk bekerja sama lebih lanjut dengan lembaga tersebut,” kata Hermansyah.[] Sumber: antaranews.com

MAISARAH
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar