SABANG – Geuchik Gampông Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Sabang, Azhari, nyaris menjadi bulan-bulanan massa dalam rapat desa yang digelar di aula kantor geuchik setempat menjelang siang tadi, Rabu, 30 Desember 2015. Kejadian itu berawal dari sikap geuchik yang tersulut emosi ketika warga mempertanyakan keuangan desa.

Salah seorang warga yang berada di lokasi, Jhon, mengatakan keributan itu berawal dari pertemuan warga dengan geuchik terkait dana pembangunan desa. Namun, Geuchik Azhari tiba-tiba terbakar emosi dan memukul meja. Melihat sikapnya, emosi warga pun memuncak dan akhirnya menyerang geuchik.

“Kami tanya dana pembangunan, karena dia (geuchik) ketok meja kami emosi. Kan cari ribut namanya,” kata Jhon kepada portalsatu.com di lokasi kejadian.

Kasus tersebut kemudian ditangani oleh pihak kecamatan dan dikawal langsung oleh pihak berwajib dan Polisi Pamong Praja. Pantauan portalsatu.com, diskusi untuk mencari jalan keluar dari persoalan ini masih berjalan. Rapat dihadiri oleh Camat Sukakarya dan empat kepala jurông/lorong di Gampông Kuta Barat, tuha peut, perwakilan masyarakat, dan tokoh desa. Belakangan hadir juga Kasdim 0112 Sabang dan Kasat Binmas Polres Sabang.[] (ihn/*sar)

Laporan Razie Arda di Sabang