BLANGKEJEREN - Petani di Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan banyak akses jalan yang rusak parah pascabanjir bandang dan tanah longsor. Keadaan ini membuat petani kesulitan membawa…
BLANGKEJEREN – Petani di Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan banyak akses jalan yang rusak parah pascabanjir bandang dan tanah longsor. Keadaan ini membuat petani kesulitan membawa hasil panen dan bibit kopi ke lokasi perkebunan.
Salah seorang petani di Blangkejeren, Rabu, 1 April 2026, meminta kepada Pemda Gayo Lues agar melakukan perbaikan jalan sebelum pembagian bibit kopi program Bupati dan Wakil Bupati.
“Sebagai petani, kami lebih berharap dilakukan perbaikan jalan ke kebun daripada mengutamakan pembagian bibit kopi ini. Karena ketika bibit dibagi jalan tidak bisa dilewati, mau bagaimana kami membawa bibit itu ke kebun,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues, Chairuddin Kasiman, mengatakan Dinas PUPR bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan akan memprioritaskan perbaikan jalan ke kebun tahun 2026 ini.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar jalan ke sentral perkebunan bisa diperbaiki, ditingkatkan, dan dilakukan pengaspalan secara bertahap,” katanya melalui sambungan telepon Whatsapp.
Bagi jalan bukaan yang rusak parah, Kadis PUPR berencana akan menurunkan alat berat Dinas Pertanian untuk melakukan perbaikan. Sementara jalan bukaan yang rusak dan sudah masuk program, maka akan dilakukan peningkatan dan pengaspalan.
“Tahun ini dan tahun depan kita maksimalkan peningkatan dan pengaspalan jalan kebun, sehingga program Bupati dan Wakil Bupati dalam penanaman 4.000.300 bibit kopi Arabika ini bisa berjalan sukses,” ujarnya.
Bagi petani yang jalan ke kebunnya mengalami rusak parah pascabanjir dan tanah longsor, Kepala Dinas PUPR menyarankan agar segera melapor ke Dinas PUPR atau ke Dinas Pertanian dan Perkebunan. Sehingga bisa dilakukan survei dan melakukan perbaikan.[]