TAKENGON – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah akan menjadikan Desa Pucuek Deku, Kecamatan Linge, sebagai Desa Tangguh Bencana pada tahun 2016.

Kepala BPBD Aceh Tengah Jauhari mengatakan, pembentukan Desa Tangguh Bencana mengacu pada Peraturan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Penanggulangan Bencana. “Sekarang sedang kita rancang peta resiko bencana untuk wilayah itu,” katanya kepada portalsatu.com di Takengon, Rabu, 11 November 2015.

Penetapan Pucuek Deku sebagai Desa Tangguh Bencana, kata Jauhari, mengingat kawasan itu berada di lereng gunung. Pada tahun berikutnya, kata Jauhari, secara berkesinambungan akan di bentuk desa-desa lain sebagai Desa Tangguh Bencana.

Penduduk Desa Tangguh Bencana, sebut Jauhari, nantinya akan dibekali pengetahuan penanggulangan bencana alam, termasuk bentuk tindakan yang harus dilakukan setiap warga dan jalur evakuasi.

Dengan pembentukan Desa Tangguh Bencana, diharapkan dapat menekan angka korban jiwa pada setiap musibah menerjang perkampungan, baik   longsor, banjir bandang dan jenis bencana lainnya. “Yang paling kita harapkan hanya penekanan angka korban manusia,” katanya.

Jauhari juga mengimbau agar masyarakat yang bermukim di lereng gunung dan pengguna jalan kawasan itu untuk terus waspada saat musim hujan yang berpotensi besar menimbulkan longsor.

“Menurut data yang kita peroleh, curah hujan sejak Oktober 2015 di Aceh Tengah capai 1002 milimeter. Ini sudah memasuki cuaca ekstrem. Kepada masyarakat kita minta tetap waspada akan bencana longsor dan banjir bandang,” kata Jauhari.[]