TERKINI
TAK BERKATEGORI

Psikolog: Monitoring Orang Tua Pengaruhi Kejahatan Seksual Pada Anak

BANDA ACEH – Psikolog Endang Setyaningsih mengatakan, kesibukan orang tua juga berpengaruh pada terjadinya kekerasan dan kejahatan seksual pada anak. “Ini disebabkan monitoring keluarga sangat…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 742×

BANDA ACEH – Psikolog Endang Setyaningsih mengatakan, kesibukan orang tua juga berpengaruh pada terjadinya kekerasan dan kejahatan seksual pada anak.

“Ini disebabkan monitoring keluarga sangat kurang difungsikan, kita juga meminta pemerintah untuk menyediakan layanan rumah anak untuk korban supaya bisa dilakukan pemulihan terhadap korban,” kata Endang dalam aksi simpatik untuk Yuyun, yang digelar sejumlah lembaga di Lapangan Blang Padang Banda Aceh, Minggu, 8 Mei 2016.

Sebagai psikolog yang menangani banyak kasus terkait kejahatan seksual Endang mengatakan, ia juga kerap mengalami kendala di lapangan.

“Saya sebagai saksi ahli di pengadilan juga mengalami kendala misalnya kasus pemerkosaan, pencabulan itu harus ada saksi. Hal tersebut juga menjadi permasalahan kita dalam mendapatkan keterangan saksi,” kata Psikolog P2TP2A tersebut melalui siaran pers  yang diterima portalsatu.com.

Sementara itu, Kanit PPA POLDA Aceh Elvina, S.H yang menghadiri aksi itu turut mengatakan, peran dan kepedulian masyarakat juga sangat dibutuhkan sebab masih banyak kasus-kasus kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak belum terungkapkan.

“Kita berharap masyarakat peka ketika melihat dan mendengar kekerasan seksual terhadap segera melaporkan kepada pihak-pihak yang berwenang, jangan didiamkan,” katanya tegas.

Aksi yang mengusung tema “Yuyun adalah kita, Stop kekerasan terhadap anak, dan Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual” itu diikuti sekitar 50-an peserta. Mereka adalah para aktivis pemerhati anak, praktisi anak, mahasiswa dan kelompok anak yang tergabung dalam Forum Anak Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kegiatan ini diprakasai sejumlah lembaga seperti Koalisi Advokasi dan Pemantauan Hak Anak (KAPHA) Aceh, Yayasan PULIH Area Aceh, YAB Aceh, PTP2A Aceh, The Puliher Institite, mahasiswa Piskologi Unmuha, Forum Anak Daerah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, serta pegiat praktisi perlindungan Anak Taufik Riswan, Rida Nurdin, SH (Advokat dan Pengancara Anak), Elviana (Kanit PPA POLDA Aceh) Endang Setianingsih (Psikolog P2TP2A Aceh).[](ihn)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar