TAKENGON – Para pelaku bisnis kopi Arabica Gayo yang tergabung dalam 18 koperasi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah melakukan temu bisnis dengan para stakeholder. Kegiatan ini difasilitasi oleh Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUMKM) Aceh dan berlangsung di Kompleks Koperasi Baburrayan Pegasing, Selasa, 15 Desember 2015.

Temu bisnis diisi dengan paparan dari Manajer PLUT-KUMKM Aceh, Murni Mard, Asisten Adm. Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, Amir Hamzah yang hadir mewakili Bupati Aceh Tengah, serta pejabat dari Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah RI.

Menurut Murni Mard gagasan pelaksanaan temu bisnis ini dilakukan untuk memberdayakan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

“Pertemuan ini adalah tindaklanjut dari pertemuan sebelumnya dengan pengurus koperasi dan produsen kopi,” katanya.

Temu bisnis ini juga dilakukan untuk menyatukan persepsi dari para produsen kopi sehingga lebih maju dan berkembang di masa depan.

Temu bisnis diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Manajer PLUT-KUMKM Aceh, Murni Mard, dengan Ketua Jaringan Koperasi Produser Asia Pasifik Indonesia, Djumhur. Penandatanganan ini turut disaksikan oleh Asisten Adm. Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, Amir Hamzah.

Nota Kesepahaman yang ditandatangani berisi kesepakatan untuk bersinergi dalam upaya meningkatkan akses pembiayaan komoditi unggulan Kopi Arabica Gayo.[]