TERKINI
NEWS

Polres dan Panwaslih Aceh Selatan Diminta Bersikap Adil

TAPAKTUAN - Tim pemenangan Irwandi Yusuf–Nova Iriansyah meminta polisi dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Selatan untuk bersikap netral dan adil dalam sengketa pilkada di…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 862×

TAPAKTUAN – Tim pemenangan Irwandi Yusuf–Nova Iriansyah meminta polisi dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Selatan untuk bersikap netral dan adil dalam sengketa pilkada di daerah tersebut.

“Seluruh persoalan yang timbul harus diselesaikan secara tegas dan cepat, sesuai aturan hukum yang berlaku. Sehingga persoalan serupa tidak terulang lagi ke depannya demi terciptanya Pilkada damai dan halal di daerah ini,” kata Koordinator Tim Pemenangan Irwandi – Nova Pantai Barat Selatan, Tgk Abrar Muda, dalam konfrensi pers dengan sejumlah wartawan di Tapaktuan, Jumat 13 Januari 2017.

Jumpa pers ini dilakukan usai tim Irwandi-Nova melaporkan secara resmi kasus pembakaran dan pengrusakan alat peraga kampanye milik mereka ke Panwaslih Aceh Selatan. Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Juru Bicara Tim Pemenangan Tgk Samsul Bahri alias Mamak, Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Tgk Abdullah, Ketua eks kombatan GAM Aceh Selatan Tgk Safrijal alias Gam gam, Ketua PNA Tgk Amri dan Ketua PDIP Aceh Selatan Zasrial.

Dalam kesempatan itu, Tgk Abrar Muda juga mengklarifikasi pernyataan pihak tim pemenangan Muzakir Manaf–TA Khalid di media massa, dalam menyikapi insiden di wilayah Trumon. Dia menilai pernyataan yang disampaikan seperti itu karena yang bersangkutan tidak melihat kronologis persoalan secara menyeluruh, melainkan setengah-setengah.

“Sehingga terkesan dengan sengaja mengaburkan duduk persoalan yang terjadi sebenarnya,” kata dia.

Abrar menyebutkan, insiden pengrusakan alat peraga kampanye milik Mualem-TA Khalid di Trumon Raya dan Bakongan Timur dikarenakan adanya upaya percobaan tindak kekerasan terhadap Tim Irwandi–Nova di daerah tersebut.

“Selain ada percobaan tindak kekerasan, stiker Irwandi–Nova di sepeda motor tim kami tersebut juga telah lebih dulu dicopot. Bahkan, Tim Muzakir Manaf–TA Khalid bernama Mirsal alias Si Bos juga mengirim SMS dan menelpon tim Irwandi–Nova Kecamatan Trumon dengan nada ancaman dan ditantang untuk adu jotos. Karena sudah secara terus menerus diteror, akhirnya ratusan tim Irwandi–Nova datang ke Desa Keude Trumon mencari yang bersangkutan. Namun, dia sudah melarikan diri dan menghilang. Massa yang sudah tersulut emosi akhirnya merusak dan membakar APK Muzakir Manaf – TA Khalid,” ungkap Abrar Muda.

Abrar Muda mengaku insiden pengrusakan alat peraga itu untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Sementara Kapolres dan Dandim 0107 Aceh Selatan yang memfasilitasi perdamaian antarpendukung tersebut.

Namun, rencana perdamaian tersebut batal. Pasalnya pihak lawan membalas serangan dan turut merusak posko tim pemenangan Irwandi–Nova di Desa Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur pada Rabu 11 Januari 2017 siang.

“Padahal saat itu, kami bersama rombongan tim pemenangan Irwandi–Nova Aceh Selatan sedang dalam perjalanan menuju Mapolsek Ladang Rimba. Namun disaat kami sudah sampai di Gunung Kapur secara tiba-tiba kami mendapat laporan telah terjadi aksi balasan di posko Desa Jambo Dalem. Akibatnya rencana perdamaian tersebut terpaksa harus kami batalkan sampai pelaku penyerangan tersebut ditangkap untuk diproses hukum oleh aparat keamanan,” ujarnya.

Dia mengaku kecewa karena ultimatum yang diberikan kepada Kapolres Aceh Selatan, AKBP Achmadi, SIK, untuk menangkap pelaku hingga pukul 17.00 WIB tidak digubris. 

“Atas dasar inilah kami menilai bahwa saudara Kapolres Aceh Selatan terkesan tidak ada niat untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara adil dan bijak. Sebab sampai detik ini kami belum dikasih informasi apapun terkait perkembangan pengusutan kasus tersebut. Kami menilai Kapolres Aceh Selatan terkesan lepas tangan,” katanya.

Abrar Muda juga membantah adanya kata-kata pengkhianat saat terjadinya percobaan tindak kekerasan terhadap Tim Irwandi-Nova.

“Tidak ada ucapan kata-kata “pengkhianat” itu, yang ada adalah percobaan tindak kekerasan terhadap tim kami serta pencopotan stiker Irwandi-Nova di sepeda motornya oleh Tim Muzakir Manaf-TA Khalid,” katanya.[]

Laporan: Hendrik Meukek

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar