MEUREUDU – Sejak terjadinya gempa 6,5 SR yang memporak-porandakan Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya pada 7 Desember lalu, masyarakat Aceh Tengah telah menunjukkan solidaritas dengan mengirimkan sayuran dan buah-buahan.
Bantuan yang mengalir ada yang dikoordinir oleh masyarakat, ada juga yang dikoordinir oleh pemerintah mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Bahkan sehari setelah gempa, pemerintah setempat menurunkan sejumlah relawan dan alat berat.
Pada Minggu, 11 Desember 2016, Plt Bupati Aceh Tengah Alhudri menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat berupa uang Rp 90 juta. Bantuan juga berupa sayu-sayuran dan buah-buahan sebanyak 2 truk.
Bantuan mengalir baik dikoordinir oleh kelompok masyarakat sendiri maupun oleh jajaran pemerintah daerah ditingkat kecamatan, bahkan sehari setelah Gempa alat berat dan sejumlah relawan juga turut diterjunkan.
Meski begitu Alhudri tetap mengimbau warganya yang memiliki kemudahan rezeki untuk membantu korban bencana gempa bumi.
“Saya harapkan para Camat dapat mengkoordinir masyarakat yang ingin menyumbangkan bantuan, langsung kirim saja,” kata Alhudri di sela pertemuan dengan Bupati Pidie Jaya yang turut didampingi Wakil Bupati, Said Mulyadi, Minggu, 11 Desember 2016.
Menurutnya, aneka jenis sayur-mayur yang banyak terdapat di Aceh Tengah sangat diperlukan oleh masyarakat sebagai tambahan lauk-pauk sementara tinggal di tenda-tenda pengungsian.
Alhudri mengatakan, masa panik memang dibatasi selama 14 hari, namun tentu kondisi di lapangan sangat dinamis sehingga berbagai bantuan masih dibutuhkan oleh korban musibah gempa.
Di samping tugas sebagai Plt Bupati, Alhudri juga merupakan Kadis Sosial Aceh yang sejak hari pertama kejadian gempa sudah membuka beberapa titik dapur umum, memfasilitasi pendirian tenda dan mengkoordinir distribusi bantuan kepada masyarakat yang tertimpa musibah.[]