SIGLI – Presiden Joko Widodo menginginkan penanganan pemulihan pascagempa di Aceh dilakukan secepat mungkin. Dia menargetkan kondisi kawasan bencana kembali normal akhir 2017.
“Presiden memerintahkan kepada kami, dan seluruh kementerian, dan Pemerintah Daerah untuk mempercepat pemulihan semua sektor yang rusak akibat gempa di Aceh. Harapan Presiden akhir 2017 sudah normal kembali,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Ramparinge, usai rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pidie, Senin, 12 Desember 2016 malam.
Pihaknya bersama kementerian terkait dan Pemda Pidie Jaya, Pidie, serta Bireuen terus melakukan penanganan pemulihan kawasan bencana untuk mencapai target yang ditentukan presiden. Penanganan yang dilakukan mulai dari pengungsi, proses pendataan korban, dan bangunan yang rusak.
Dia memaparkan proses penanganan pengungsi sudah berjalan dengan baik, termasuk kebutuhan warga, penanganan kesehatan bagi korban dan pengungsi. Mereka juga mendata rumah warga untuk mempercepat pembangunan dengan memberikan biaya stimulan, sebesar Rp40 juta untuk rumah rusak berat dan Rp20 juta bagi rumah rusak tapi bisa diperbaiki.
“Saat ini tergantung sama pemerintah daerah dalam hal pendataan. Jika pendataan cepat dan ada SK Bupati setempat, Pemerintah pusat langsung membayar sesuai SK Bupati,” katanya.[]