TERKINI
NEWS

PKBM Lautan Ilmu Ajak Geuchik Data Warga Buta Aksara

LHOKSEUMAWE - Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lautan Ilmu Kecamatan Blang Mangat mengatakan hingga Maret 2017, banyak warga di kecamatan setempat yang masih buta…

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 659×

LHOKSEUMAWE – Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lautan Ilmu Kecamatan Blang Mangat mengatakan hingga Maret 2017, banyak warga di kecamatan setempat yang masih buta aksara, putus sekolah serta pengangguran. Untuk itu, mereka mengajak para geuchik untuk mendata sehingga diberikan pendidikan ke depan.

“Kami  mengajak para geuchik  yang ada di Kecamatan Blang Mangat untuk mendata warganya yang buta aksara, putus sekolah serta pengangguran,” kata Resyi Azhari, pendiri PKBM Lautan Ilmu, Jumat, 3 Maret 2017.

Resyi menambahkan, hasil dari pendataan itu berguna agar lebih mudahnya  PKBM memberikan pendidikan dan keterampilan di setiap gampông dalam meminimalisir masyarakat buta aksara, putus sekolah serta pengangguran yang saat ini luput dari perhatian publik.

Resyi meyakini dengan adanya kerjasama antara PKBM dan para geuchik dalam menjalankan program nonformal, akan membawa pengaruh besar dalam pendidikan dan perekenomian masyarakat serta dapat menjadi mitra geuchik dalam menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat dengan dana gampông.

“Banyak pengangguran selama ini akibat tidak tahu apa yang harus dikerjakan untuk menghasilkan uang, padahal potensi besar ada pada diri mereka  sendiri dan lingkungannya. Selama ini banyak pengangguran hanya duduk nongkrong  di warung kopi tanpa mereka sadari satu meter dari tempat duduknya itu adalah potensi alam yang bisa dikelola untuk menambah penghasilan,” sebut Resyi.

Resyi menilai mengapa selama ini  warga menjadikan dirinya sebagai pengangguran hanya karena tidak bekerja pada pemerintah. Padahal masih banyak yang bisa dikerjakan untuk menambah penghasilan apabila mau dan mampu.

“Kita tidak hanya mengupayakan masyarakat mempunyai keterampilan, tetapi kita juga akan mengajarkan kepada masyarakat bagaimana cara memasarkan produk dari keterampilan tersebut,” sebut Resyi.[]

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar