SIGLI – Saat ini mulai masuk musim tanam padi rendengan tahun 2015. Masyarakat di Kabupaten Pidie meminta pemerintah mengantisipasi permainan mafia terkait bibit dan pupuk yang dapat merugikan para petani.
Abubakar, seorang petani kepada portalsatu.com, Sabtu, 28 November 2015, mengatakan, biasanya setiap musim tanam tiba, pupuk dan bibit mulai langka di pasaran. “Kalaupun ada barang, harganya sangat tinggi dan mencekik leher kami rakyat kecil,” katanya.
Kelangkaan bibit dan pupuk, menurutnya, diduga adanya permainan mafia untuk meraup keuntungan banyak dengan memanfaatkan kesempatan musim tanam. “Meski harga tinggi kami tetap membelinya karena kebutuhan,” ujar Abubakar yang diamini Keujruen Blang Luboek, Subhan.
Petani berharap kepada pemerintah melalui Dinas Pertanian mengambil langkah yaitu mengontrol para agen distribusi pupuk di seluruh kabupaten agar tidak terjadi penimbunan oleh oknum tertentu demi meraup keuntungan tinggi. “Terutama untuk pupuk bersubsidi, jangan sampai dijual selangit. Jika itu terjadi mohon ditindak tegas karena mereka menyesengsarakan petani,” pinta Subhan.[]
Laporan Zamah Sari