ALEPPO, SURIAH – Lima orang tewas dan 10 lainnya luka-luka setelah pesawat tempur Rusia menyerang sebuah masjid saat shalat Jumat berlangsung di Aleppo, Suriah, Jumat 25 Desember 2015.
Masjid Batul di distrik Zebdiya yang dikuasai oposisi rusak parah dalam serangan itu.
Serangan udara Rusia ditargetkan pada Old Aleppo, Bustan al-Qasr, Karm Turab dan kabupaten Bab Kansirin.
Sebelumnya pada hari Jumat, pesawat tempur Rusia juga menargetkan dua rumah sakit di distrik Azaz di Aleppo, menewaskan sedikitnya tujuh orang, termasuk tiga anak-anak.
Serangan udara Rusia telah menewaskan lebih dari 250 warga sipil pekan ini saja di seluruh Suriah.
Menurut sebuah laporan yang dirilis awal bulan ini oleh Amnesty International, serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan “ratusan” warga sipil Suriah selama tiga bulan terakhir.
Laporan ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Rusia sedang berusaha untuk menutupi pemasangan korban tewas sipil.
Laporan ini memberikan bukti yang menunjukkan bahwa militer Rusia telah menggunakan rudal yang dirarang secara internasional di daerah padat penduduk sipil.
Amnesty International mengatakan serangan udara Rusia di Syria (Suriah) telah menghancurkan banyak daerah pemukiman, gedung-gedung, masjid, pasar, dan fasilitas medis. Hal tersebut melanggar hukum kemanusiaan internasional.
Rusia mulai operasi udara di Suriah pada 30 September dengan tujuan mendukung rezim diperangi Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Sementara Kremlin mengatakan serangan udara menargetkan kelompok militan Daesh, beberapa anggota aliansi NATO barat percaya Rusia menargetkan kelompok yang menentang Assad, termasuk beberapa yang didukung AS dan Turki.
Setidaknya 250.000 orang tewas sejak konflik Suriah dimulai pada tahun 2011, menurut angka PBB.[]