BANDA ACEH – Direktur Forum Pemantau dan Pendidikan Demokrasi (Formandiksi) Srabah Yudi menilai, upaya 'memperberat' syarat calon independen merupakan bentuk kegamangan partai politik. Salah satunya dipicu karena faktor takut bersaing dan kalah.
Ini adalah bentuk dari kemunduran berdemokrasi kita, seharusnya dalam usia reformasi yang semakin matang, penjegalan hak-hak politik masyarakat tidak boleh dilakukan dengan sistematis seperti ini, ujar Yudi melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Rabu, 14 April 2016.
Anehnya kata dia, para wakil rakyat yang duduk di kursi DPR Aceh saat ini merupakan mantan-mantan aktivis yang dulunya adalah pejuang demokrasi dan hak-hak politik. Tetapi di saat mereka berkuasa kata Yudi, malah mempersempit ruang demokrasi dan hak politik individu. Sikap ini menurutnya bentuk kelupaan mereka pada 'asalnya'.
Mereka-mereka ini harus disadarkan, jangan mentang-mentang menjadi penguasa lalu seenaknya mempersempit hak-hak politik masyarakat, ujar Yudi.
Pemerintah katanya harus bisa menjamin, masyarakat yang tidak memiliki partai politik juga mempunyai hak yang sama untuk dipilih dan memilih, tidak ada korelasinya antara memperketat syarat dengan pilkada berkualitas.
Memangnya yang diusung oleh partai politik sudah ada jaminan berkualitas?” katanya mempertanyakan.[](ihn)