Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menghadiri acara Kirab Hari Santri Nasional pertama di Tugu Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Pelbagai macam pasukan sengaja dipamerkan ke ratusan santri pada acara peringatan yang akan terus dilakukan tiap 22 Oktober ini.
“Saya datang dengan pasukan khusus, ada Kopasus, Marinir, ada Paskhas, ada Kostrad, ada Armed,” kata Gatot dalam sambutannya di lokasi, Kamis (22/10).
Acara peringatan Hari Santri ini juga dilaksanakan di-18 lokasi, di antaranya Tugu Pahlawan Surabaya dan Tugu Proklamasi Jakarta.
Menurut Gatot, pihaknya sengaja menghadirkan para pasukan ini kepada santri. Ini untuk menunjukkan betapa pentingnya menghargai sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Hadirnya Hari Santri ini berbarengan dengan peringatan 70 tahun Resolusi Jihad NU. Di samping itu banyak lagi rangkaian perjuangan terbentuk usai kemerdekaan Indonesia. Salah satunya hari lahir TNI.
Gatot menuturkan, ada empat peristiwa saling menguatkan dalam pembentukan kedaulatan bangsa, yaitu tanggal 17 agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya, 5 Oktober 1945 sebagai Hari Pembentukan TKR yang saat ini jadi TNI.
Tanggal 22 Oktober 1945 sebagai hari yang dicetuskan sebagai Resolusi Jihad NU. Terakhir, 10 November 1945 pecahnya perang di Surabaya atau Peringatan hari Pahlawan.
“Yang dalam hitungan 4 bulan di tahun 1945, tetapi sangat berarti dan penting bagi perjalanan bangsa Indonesia selanjutnya,” ungkapnya.[] Sumber: merdeka.com