BANDA ACEH – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) akan mengajukan kebutuhan anggaran operasional agar dapat merekrut para pegawai untuk menjalan tugas-tugas sesuai mekanisme berlaku.

“Anggaran kita usulkan dulu, karena kita mau rekrut orang. Sebelum itu (direkrut) orang kan akan bertanya: 'gaji saya berapa?' Tapi syukur, SKK Migas, mereka membantu (kepala BPMA dalam menjalankan tugas saat ini), mungkin minggu depan sudah bisa kita usulkan,” kata Kepala BPMA Marzuki Daham dihubungi portalsatu.com, Minggu, 17 April 2016.

Akan tetapi, Marzuki melanjutkan, sebelum mengajukan proposal format organisasi BPMA yang telah disiapkan Tim 17 kepada Menteri ESDM dan juga usulan anggaran BPMA untuk tahun 2017, dirinya terlebih dahulu akan berkonsultasi dengan Gubernur Aceh. Saat konsultasi dengan gubernur nantinya, kata dia, juga bakal dibahas soal pendanaan untuk BPMA sampai Desember nanti, yang sejauh ini belum diketahui akan diambil dari sumber anggaran mana.

“Rencana dalam beberapa hari ke depan ini (konsultasi dengan gubernur). Saya dengar gubernur mau ke Jakarta untuk suatu keperluan, jadi saya tunggu di Jakarta,” kata Marzuki yang mengaku sementara ini dirinya berkantor di SKK Migas.

“Jalan lain untuk kita usulkan anggaran (untuk 2017), kita butuh orang yang sudah berpengalaman menyusun DIPA. Kita butuh dua atau tiga orang, rencana saya, kita pakai orang Aceh yang ahli di bidang itu,” kata dia lagi.

Soal perekrutan pegawai BPMA nantinya, Marzuki juga akan memikirkan status pegawai tersebut. “Perlu kita pikirkan juga, apakah seperti pegawai negeri biasa atau seperti SKK Migas, karena dananya kan dari APBN. Saya akan coba nanti formatnya SKK Migas. Ini yang perlu saya bahas,” ujar Marzuki.                            

Marzuki menambahkan, berdasarkan pandangan dirinya, tahap awal akan direkrut pegawai yang dibutuhkan saat ini. “Mungkin jumlahnya tidak banyak, karena ini juga menyangkut pendanaan. Itu (perekrutan pegawai) akan kita sesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan,” katanya.[] (idg)