TERKINI
HEALTH

Penjelasan llmiah Ayam Mampu Melihat Malaikat dan Setan

ALLAH SWT menciptakan makhluk itu tentu saja ada kelebihan dan spesifiknya. Salah satu diantaranya ayam. Hewan yang bernama ayam itu merupakan salah satu unggas penghasil…

HELMI SUARDI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 4 menit
SUDAH DIBACA 10.1K×

ALLAH SWT menciptakan makhluk itu tentu saja ada kelebihan dan spesifiknya. Salah satu diantaranya ayam. Hewan yang bernama ayam itu merupakan salah satu unggas penghasil telur dan daging yang paling diminati dan populer. Dalam setiap kesempatan, ternyata hidangan berbahan dasar daging ayam sangat banyak diminati oleh berbagai lapisan masyarakat dan kalangan. Ayam itu mempunyai banyak jenis spesiesnya, diantaranya ayam jago yang dalam bahasa arab dikenal dengan nama “Ad-Dikku”.

Ad-dikku itu banyak jenisnya ada yang putih, merah dan lainnya. Namun, sosok ayam yang paling disegani dan dicintai oleh Rasulullah Saw adalah ayam jago putih. Baginda Nabi Muhammad SAW pernah memiliki pandangan tersendiri terhadap hewan ini. Sebelum kita bahas secara spesifik ayam jago putih, kita telaah terlebih dahulu pandangan nabi terhadap sosok ayam itu sendiri.

Dalam sebuah sabdanya, Nabi Muhammad SAW mengungkapkan bahwa ayam adalah hewan yang bisa mengetahui kedatangan malaikat.

Hal ini disebutkan dalam sebuah hadish sahih, “Bila engkau mendengar suara ayam jantan maka mintalah karunia kepada Allah karena Ia melihat malaikat, sedangkan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari setan, karena dia melihat setan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadist di atas, ayam mampu melihat malaikat. Allah menciptakan malaikat dengan cahaya, tentu saja cahaya putih. Lantas apa kelebihan ayam sehingga mampu melihat malaikat? Dan apakah itu hanya retorika dan teori saja tanpa mampu dibuktikan dengan ilmiah?

Dalam hal ini ilmuan dunia pada 2010 melakukan sebuah riset yang dipaparkan dalam jurnal Public Library of Science ONE, menyebutkan bahwa ayam itu mempunyai kelebihan yang tidak ditemukan pada hewan lain. Kelebihan tersebut seperti kerucut retina tambahan yang tidak ada pada manusia. Kerucut retina inilah yang mampu menganalisa dan membedakan warna tambahan.

Ilmuan di Washington University, Dr.Josep Corbo, menyebutkan kemampuan untuk melihat warna berasal dari sel cahaya-sensing khusus yang ditemukan di retina. Sel-sel ini, yang disebut kerucut, datang dalam berbagai rasa–yang masing-masing dapat mendeteksi panjang gelombang cahaya yang berbeda.

Dalam penemuan tersebut diungkapkan bahwa manusia memiliki tiga jenis kerucut, yang memungkinkan kita untuk melihat warna merah, hijau dan biru. Namun, sosok ayam itu memiliki kerucut ekstra untuk melihat violet dan sinar ultraviolet. Terlebih lagi, kerucut ayam ini didistribusikan secara merata di seluruh retina, meningkatkan kemampuan burung untuk melihat warna di seluruh bidang visual mereka.

“Berdasarkan analisis ini, Warna di retina ayam sangat melebihi yang terlihat di sebagian besar retina lain dan tentu saja bahwa dalam kebanyakan retina mamalia,” kata penulis studi Dr Joseph C. Corbo dari Washington University School of Medicine di St Louis.

Bukankah ini sangat ilmiah dan sesuai dengan perkataan Rasululah 14 abad yang silam? Terkadang kita tidak mampu mencerna dan tidak sedikit sebagaian kita mengabaikan fenomena ini. Tidak jarang bahkan ada yang menganggapnya mistis.

Malaikat itu diciptakan dari nur (cahaya), dalam bahasa ilmiahnya sinar ultra violet. Hal ini sangat berbeda dengan jin yang diciptakan dari nyala api. Pernyataan ini berdasarkan sabda nabi, ”Malaikat dijadikan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api…” (HR. Abu Daud no.4.700 dan Imam Turmudzi no. 2.155).

Berdasarkan hadist rasulullah di atas maka saat kita membaca zikir atau asma Allah, pastilah setan dan sebangsanya akan lari dan tersiksa. Tentu saja sosok malaikat akan menyapa dan datang kepada merak yang berzikir dan menyebut asma dan kalam Allah. Tentu saja dua variable cahaya akan kontradiksi, di mana malaikat yang bersimbol dengan sinar ultraviolet akan beradu dengan sinar inframerah yang berasal dari setan, maka dua sinar tersebut kontradiksi, jelaslah sinar inframerah akan memudar.

Dalam kajian ilmiah terdapat perbedaan antara sinar infrared (sinar infra merah) dan sinar ultraviolet terletak pada ukuran tingkat frekuensi dan panjang gelombangnya. Ultraviolet mempunyai tingkat frekuensi yang lebih tinggi daripada sinar infrared, dengan ukuran panjang gelombang yang lebih pendek.

Perlu diketahui, suatu sinar bisa terlihat oleh mata manusia jika panjang gelombangnya berada di antara 400 nanometer hingga 750 nanometer. Sedangkan panjang gelombang infrared berkisar antara 10 nanometer sampai 400 nanometer. Tentu untuk panjang gelombang ultraviolet lebih dari 750 nanometer. Makanya syetan lari dan tersiksa dengan untaian doa dan zikir.[]

HELMI SUARDI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar