LONDON — Seorang pengungsi Suriah yang foto swafotonya bersama Kanselir Jerman Angela Merkel sempat menjadi fenomena viral kini menuntut Facebook karena dianggap membiarkan foto lain, yang menggambarkan dirinya sebagai penjahat dan teroris, tersebar.
Anas Modamani, seorang pengungsi berusia 19 tahun dari Damaskus, sempat berfoto bersama Merkel saat sang kanselir mengunjungi sebuah penampungan pengungsi di distrik Spandau, Berlin, pada September 2015. Foto itu menggambarkan dengan sempurna respons Jerman menanggapi krisis pengungsi. Saat itu, Merkel menerapkan kebijakan terbuka bagi ratusan ribu pencari suaka.
Namun beberapa bulan setelah foto selfie itu tersebar, ada foto Modamani lain yang juga viral di Facebook. Dia dianggap bertanggung jawab atas sejumlah serangan dan pembunuhan teror, termasuk pengeboman di Bandar Udara Brussels pada Maret 2016.
Facebook berulang kali menolak menghapus foto-foto yang dianggap menyesatkan itu karena tidak melanggar aturan perusahaan, kata pengacara Modamani. “Setiap terjadi sesuatu dalam berita terkait pengungsi, fotonya selalu muncul kembali,” kata pengacara Modamani, Chan-jo Jun kepada Reuters melalui sambungan telepon.
Facebook sendiri belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Kepada surat kabar The Guardian, juru bicara Facebook mengatakan telah menerima permintaan penghapusan foto dan unggahan dari Jun karena dianggap “isinya melanggar hak pribadi Tuan Modamani.”