IDI RAYEK - Satuan Narkoba Polres Aceh Timur menangkap dua warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Idi yang diduga menjadi pengedar dan pemakai sabu, Rabu/kemarin, sekira pukul 15.30…
IDI RAYEK – Satuan Narkoba Polres Aceh Timur menangkap dua warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Idi yang diduga menjadi pengedar dan pemakai sabu, Rabu/kemarin, sekira pukul 15.30 WIB.
“Penangkapan kedua tersangka bermula dari informasi Kepala Rutan Cabang Idi, Yusnaidi yang menyebutkan bahwa dalam satu minggu belakangan ini dirinya mencurigai terhadap salah satu pembesuk warga binaannya. Berdasarkan informasi tersebut, anggota Satuan Narkoba melakukan penyelidikan,” ujar Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman, S.H, SIK, M.H, melalui Kabag Ops Kompol Rusman Sinaga didampingi Kasat Narkoba AKP Ildani Ilyas dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis, 12 Mei 2016.
Rusman melanjutkan, setelah dilakukan penyelidikan, petugas berhasil mengamankan Bustamam (38) dan Nazir 25), keduanya warga binaan Rutan Cabang Idi yang sedang menjalani hukuman dalam kasus sabu.
Menurut Rusman, hasil pengembangan penyelidikan, petugas kemudian menangkap Rasyidin (27), warga Aceh Utara di lokasi terpisah. “Dari tangan mereka kita berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 0,10 gram,” kata Rusman yang turut didampingi Kepala Rutan Idi Yusnaidi.
Berdasarkan pengakuan kedua tersangka di rutan, kata Rusman, sabu tersebut mereka peroleh setelah mendapatkan kiriman dari BDM (26), warga Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara.
“Saat ini para tersangka yang sudah diamankan bersama barang bukti, kami bawa ke polres untuk diproses secara hukum. Meskipun mereka statusnya warga binaan kita tetap proses mereka secara hukum, artinya hukuman mereka tetap berlanjut,” ujar Rusman. Ia menambahkan, pihaknya bakal membantu memperketat pengamanan di Rutan Idi.
Kepala Rutan Idi Yusnaidi mengucapkan terima kasih kepada Polres Aceh Timur yang telah berhasil meringkus pengedar narkoba di dalam rutan. “Pengedaran narkoba selama ini semakin marak,” katanya.
Dia mengaku sejauh ini Rutan Idi masih kekurangan petugas hingga pihaknya sedikit mengalami kendala dalam pengamanan. “Petugas kita terbatas, namun upaya pengamanan terus kita lakukan mulai kita periksa dari barang bawaan pengunjung sampai waktu yang kita batasi untuk seluruh tamu,” katanya.[]