LHOKSUKON – Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh setiap tahun menjalankan program cetak sawah baru atau perluasan lahan baru. Selain itu juga dijalankan program optimalisasi lahan untuk sawah yang sudah pernah dicetak, tapi telah ditinggal bertahun-tahun atau terbengkalai.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh, Prof Dr Ir Abubakar Karim, usai kegiatan tanam padi perdana di Gampong Blang Aman, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis, 12 Mei 2016. Dikatakan, di Aceh terdapat dua jenis sawah, yakni sawah irigasi dan sawah tadah hujan.
“Permasalahan terbesar adalah hampir 40 persen sawah yang ada merupakan jenis tadah hujan. Di Aceh terdapat 320.000 lahan/sawah. Sebanyak 294.000 Ha telah ditanami, sedangkan sisanya 26.000 Ha merupakan lahan tidur,” ujarnya.