BANDA ACEH – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh, Munawar Syah, MA, mengatakan pihaknya meyakini umumnya masyarakat Gampong Keudee Dua Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen dapat saling menghargai perbedaan serta menjaga ukhuwah Islamiyah.
Selain itu, Munawar mengecam terjadinya dugaan keributan disertai kekerasan yang menyebabkan jatuhnya korban luka di Musallah Muhammad Dusun Teungoh Gampong Keudee Dua Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen, Sabtu, 5 Juni 2016 pukul 18.50 WIB.
Munawar Syah mengaku, dugaan kericuhan pada awal memasuki bulan puasa tahun ini sangat disayangi. Keadaan tersebut menurutnya menunjukkan bahwa umat Islam Aceh dalam kondisi darurat ukhuwah, hanya dikarenakan persoalan perbedaan paham keagamaan dan praktik ibadah sesama umat Islam saling ancam-mengancam, menumpahkan darah, saling sesat menyesatkan dan sebagainya.
Kami menilai kejadian ini menunjukkan Pemerintah Kabupaten Bireuen lamban dan tidak sigap mengatasi persoalan sosial keagamaan yang terjadi ditengah masyarakatnya, pemerintah tidak punya visi dalam membangun kehidupan keagamaan yang tasamuh (toleransi) dan menjunjung tinggi nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, katanya, dalam siaran persnya yang diterima portalsatu.com pada 7 Juni 2016.
Munawar Syah mengatakan pihaknya telah mendapat laporan peristiwa tersebut dari warga, terduga korban pihak Musalla dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Bireuen.
Terduga biang keributan ini adalah salah seorang warga bernama ES atau lebih dikenal ET (salah seorang warga setempat) yang selama ini kerap menggangu dan meneror jamaah di musalla ini, katanya.
Munawar mengaku, ia mendapat laporan bahwa pada hari kejadian, ES bersama dua orang warga lainnya, Teungku RT dan Teungku Y, sengaja mendatangi musalla sebelum masuk waktu shalat Isya, dan ES mengumandangkan adzan padahal belum masuk waktu shalat, perbuatan ES ini dicegah dan dilarang oleh pengurus musalla sehingga terjadi keributan antara keduanya.
Menurut Munawar, laporan yang diterimanya menyebutkan ES melempar batu yang mengenai kepala bagian depan penjaga musalla, ES juga diduga melempari Teungku S sehingga terluka di bagian belakang kepala. Kata Muanwar, pengurus musalla yang melihat Ayahnya Teungku S terkena lemparan batu berusaha melawan melepaskan pegangan dua laki-laki lainnya dan balik mengejar pelaku ES yang melarikan diri, lalu ES terpelesat di bantaran irigasi di pinggir sawah yang kabarnya terluka di bahu.
Pemuda Muhammadiyah Aceh mendesak pihak keamanan memastikan terduga kasus ini diusut dan terduga aktor pelakunya kalau terbukti harap ditindak tegas. Kita meyakini kalau benar seperti dilaporkan, maka kejadian ini tidak berdiri sendiri, ada rentetan peristiwa sebelumnya menjadi pemicunya, kata Munawar.
Munawar mengatakan, informasi diterima pihaknya pada tanggal 28 April 2016 ada Maklumat yang hendak dikeluarkan atas nama Pemerintah Gampong untuk menghentikan (menutup total) segala bentuk kegiatan keagamaan di Surau/Masjid Muhammad di Dusun Teungoh dan tempat lainnya di wilayah Gampong Juli Keude Dua Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen. Namun, menurut laporan yang diterimanya, maklumat ini hanya ditandatangani oleh Imum Gampong.
Setelah mendapat laporan dari warga dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Bireuen, kita akan terus memantau kasus ini dan memastikan persoalan ini jika benar adanya maka harus dibawa ke ranah hukum, katanya.
Munawar mengatakan, masjid yang dipermasalahkan tersebut merupakan bantuan wakaf dari Yayasan Syeik Ied Qatar, berada di lingkungan masyarakat yang mayoritas anggota, keluarga besar dan simpatisan Ormas Muhammadiyah. Muhammadiyah, katanya, adalah sebuah Ormas Islam, tidak ada paham dan praktik ibadah di musalla ini yang menyalahi Sunnah, semuanya memiliki landasan dalam beramal.
“Kami mengharapkan pihak kepolisian dapat memastikan kondisi kenyamanan dan keamanan warga dan jamaah dalam beribadah selama bulan puasa di Masjid Muhammad di Dusun Teungoh dan Gampong Juli, kami berkeyakinan umumnya masyarakat Gampong Keudee Dua Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen dapat saling menghargai perbedaan serta menjaga ukhuwah Islamiyah, kata Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Aceh, Munawar Syah.[]