LHOKSEUMAWE - Akademisi Universitas Malikussaleh, Dr. Nirzalin M.SI, mengharapkan para elit mau berpolitik dengan ikhlas agar Pemilukada berlangsung damai pada Februari 2017 nanti. Kalau Aceh…
LHOKSEUMAWE – Akademisi Universitas Malikussaleh, Dr. Nirzalin M.SI, mengharapkan para elit mau berpolitik dengan ikhlas agar Pemilukada berlangsung damai pada Februari 2017 nanti.
Kalau Aceh sekarang masyarakatnya sudah cerdas dalam menanggapi isu politik yang sedang berkembang, kata Nirzalin menjawab portalsatu.com terkait potensi krisis politik jelang Pemilukada, Sabtu, 19 Maret 2016.
Nirzalin mengatakan, jika dilihat dari segi sosialnya, gesekan-gesekan muncul bukan akibat dendam antar kelompok di kalangan bawah. Namun gesekan itu dibuat sendiri oleh agency atau suruhan dari elite politik.
Adanya gesekan ini muncul dari sikap elite politik yang masih belum ikhlas dalam bertarung. Harusnya mereka lebih dewasa dalam melakukan kampanye yang santun. Jika ini diterapkan pastinya pergesekan tersebut semakin kecil terjadi, ujarnya
Nirzalin juga menyebutkan sudah seharusnya para elite politik mencoba mengubah sikap kurang santun dalam meraih kemenangan. Salah satu sikap itu termasuk menggunjing lawan.
Di luar Aceh, gesekan terjadi di kalangan para pendukungnya, kalau Aceh sebaliknya. Di sini elite politiknya lah yang menggerakkan massa untuk melakukan gesekan-gesekan kecil kepada kubu lainnya. Elite-nya memerintahkan para timses untuk berprilaku demikian sampai di timses pasti akan ada bumbu-bumbu tambahan yang disampaikan ke kalangan bawah, sehingga mereka terprovokasi, kata Nirzalin.
Dia meminta elite politik tidak hanya berbicara manis di depan para jurnalis maupun khalayak ramai. Dia meminta hal itu juga diterapkan di internal partainya masing-masing.
Berpolitiklah dengan ikhlas, jika politik dilakukan secara islami pasti tidak ada provokasi-provokasi terhadap lawan, kata Nirzalin, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Prodi Sosiologi Unimal.[](bna)