TAKENGON – Panwaslih Aceh Tengah menemukan satu kotak berbeda terkait undian nomor urut pasangan calon bupati dan calon wakil bupati.
Sebelum pengundian dimulai, Ketua Panwaslih Aceh Tengah Hamidah, bangun dari posisinya dan langsung memeriksa kotak yang diisikan nomor undian untuk lima pasangan calon.
Dari lima kotak yang ia periksa, kata Hamidah, terdapat satu kotak undian yang tersegel ganda. Segel itu tertempel di bagian atas dan bawah kotak, sementara empat kotak lainnya hanya tersegel pada satu bagian.
Temuan itu lalu dipertayakan kepada Ketua Komisi Insependen Pemilihan (KIP) Aceh Tengah Marwansyah selaku pimpinan rapat pleno pengundian nomor urut paslon.
Saat temuan itu dipertanyakan Hamidah, suasana pengundian nomor urut paslon terlihat sedikit senyap. Beberapa tamu undangan ikut berdiri menyaksikan hal itu.
“Menurut keterangan KIP, segel itu hanya kesalahan teknis,” kata Hamidah usai penarikan undian nomor urut paslon dilakukan di Oproom Setdakab Aceh Tengah, Selasa, 25 Oktober 2016.
Tepat pada kotak yang ditemukan segel ganda itu, kata Hamidah, belakangan diketahui terisi nomor urut satu yang kemudian diambil paslon H. Usman Nuzuly – M. Bukri NS, dari jalur independen atau perseorangan.
Panwaslih, katanya, berprinsip hanya untuk mengantisipasi terjadinya kemungkinan kecurangan di setiap tahapan pilkada.
“Kita tidak tahu maksud dari segel ganda itu, tapi menurut penjelasan KIP hanya kesalahan teknis. Setelah kita pertanyakan, segel itu kemudian langsung dicabut,” ujar Hamidah.[]