LANGSA – Zainuddin, salah satu warga Kecamatan Peureulak Kota mengaku kecewa dengan panitia penyelenggara tes calon pendamping desa. Pasalnya panitia mengubah jadwal tes untuk peserta di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Pase, Langsa, Rabu, 4 November 2015.
“Kami kecewa dan merasa dirugikan oleh panitia sebab kami yang berasal dari Aceh Timur sejak pukul 07.00 WIB sudah berada di tempat,” kata Zainuddin.
Namun panitia menggeser pelaksanaan tes calon pendamping lokal pada pukul 16.00 WIB. Informasi yang diterimanya dari panitia menyebutkan jadwal tes bergeser lantaran berkas soal sedang dalam perjalanan dari Lhokseumawe ke Langsa.
“Seharusnya jauh-jauh hari semua kebutuhan sudah ada di tempat, apalagi menyangkut berkas soal yang akan di tes,” ujarnya.
Selain itu, dia juga mengaku kecewa dengan lokasi pelaksanaan ujian yang hanya menggunakan beberapa ruangan. Padahal jumlah peserta yang berasal dari Aceh Timur, Kota Langsa, serta Aceh Tamiang melebihi kapasitas ruangan yang ada. Apalagi pelaksanaan tes dilakukan sekaligus.
“Jadi saya pikir cara seperti ini tidak akan maksimal. Di samping itu pun, lokasi kampus STIM Pase sempit dan ruang kelas terbatas. Kalau seperti ini persiapan panitia dengan anggaran besar maka kami peserta sangat kecewa,” kata Zainuddin.[]