LHOKSEUMAWE – Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, membantah pernyataan penilaian juri pemilihan Agam Inong Duta Wisata Aceh 2015 tidak kredibel. Hal ini disampaikan Rahmadhani melalui seluler kepada portalsatu.com pada Minggu, 18 Oktober 2015 sekitar pukul 22.00 WIB.
“Kinerja dewan juri pada ajang tahunan itu sudah sangat baik dan kredibel. Sebab kita selalu menjaga amanah yang telah diberikan untuk menyukseskannya,” katanya.
Dia mengatakan yang dihadapi saat ini adalah generasi muda yang cerdas dan potensial. Maka tidak semudah itu pihak juri melakukan kecurangan-kecurangan untuk memenangkan salah satu pihak dalam ajang tersebut.
“Terkait pengumuman juara harapan 3 Agam Aceh yang dianggap juri memang menyeting dan tidak fokus melakukan penilaian ini tidak benar. Panitia telah memberikan hasil penilaian dari juri kepada MC, namun di sini MC tidak membacakan sesuai dengan hasil yang diberikan kepadanya,” katanya.
Kita sangat kecewa dengan kinerja MC pada malam penobatan. Semestinya mereka bekerja secara profesional sehingga insiden seperti ini tidak terjadi sehingga menimbulkan kesalahpahaman dengan berbagai pihak, kata Rahmadhani.
Di sisi lain, Rahmadani mengatakan telah menyampaikan kepada tiap-tiap daerah agar mengirimkan para peserta sesuai dengan kriteria yang telah diberikan.
“Namun apa yang kita sampaikan, ada sebagian kecilnya di luar kriteria yang dimaksud,” katanya.
Dia mengaku akan mengambil sisi positifnya saja terkait adanya dugaan dewan juri tidak kredibel dalam pemilihan Duta Wisata Aceh 2015 tersebut. Menurutnya ajang ini adalah upaya yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengajak pemuda-pemuda Aceh membangun kreativitas. Selain itu, kata dia, momen tersebut juga sebagai bentuk upaya mengajak anak muda untuk peduli terhadap pariwisata Aceh.
“Makanya, pada saat itupun untuk mengukur tinggi badan dan juga umurnya tidak menjadikan sebuah masalah, sebab yang paling kita lihat kapasitas masing-masing peserta apakah mereka siap menjadi Duta Wisata Aceh 2015 atau tidak,” ujarnya.
Nah, terkait hal tersebut sudah terjadi dan tidak memuaskan pihak lainnya kita pun meminta maaf. Ke depan, apapun yang menjadi harapan alumni Agam-Inong Duta Wisata Aceh Barat Daya akan kita upayakan demi ke arah yang lebih baik, kata Rahmadhani.
Sementara terkait pemenang nominasi atau kategori lainnya, seperti Duta favorit Media Sosial, Duta Intelegensia dan Duta Persahabatan dinilai oleh juri yang berbeda. Menurutnya kategori tersebut ada tim penilaiannya masing-masing terutama penilaian terhadap Duta Favorit Media Sosial.
“Di sini panitia telah bekerja sama dengan I Love Aceh dan merekalah yang memberikan keputusan pemenang kategori tersebut,” katanya.
Rahmadhani mengatakan kategori Duta Favorit Media sosial tidak hanya dilihat dari jumlah like terbanyak. Namun juga dilihat dari sisi lainnya seperti siapa dari peserta yang paling kreatif membuat postingan-postingan. Selain itu, kata dia, juri juga melihat isi media sosialnya seperti apa dan pesan-pesannya bagaimana. “Apakah dapat mengembangkan destinasi wisata di Aceh atau tidak,” ujarnya.
Dia mengatakan panitia telah jauh-jauh hari memberikan pemahaman dan bimbingan terhadap peserta. Rahmadhani juga berharap agar peserta tidak terkontaminasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dia mengatakan akan tetap mengevaluasi panita hingga teknis acara di lapangan. Pihaknya juga akan melihat apakah kegiatan ini akan dilaksanakan di Banda Aceh atau dilakukan bergilir ke daerah-daerah lainnya.
“Hal ini akan kita pelajari lebih lanjut agar apa yang telah terjadi tahun 2015 tidak lagi terulang pada tahun-tahun ke depan,” ujarnya.[](bna)




