SUBULUSSALAM – Semua orang sering mendengar kata yang satu ini: “Pangkat!” Maklum, ini sering digunakan untuk penyebutan kenaikan pangkat dan jabatan dalam karir seseorang. Namun pangkat di sini bukanlah masalah karir, melainkan makanan tradisional khas Kota Subulussalam sejak dahulu hingga kini. Bahkan menjadi menu favorit berbuka puasa setiap Ramadan.
Masyarakat Subulussalam menyebut pucuk atau umbut batang rotan adalah pangkat, yang bisa diolah menjadi makanan. Pucuk rotan yang masih lembut dan segar ini selanjutnya dimasak. Untuk mendapatkan rasa yang lebih enak, bisa dicampur dengan lele asap atau ikan asin, lalu disantap. Rasanya sangat nikmat menggugah selera.
Gulai pangkat tidak hanya disukai para orang tua saja, namun semua kalangan termasuk anak-anak sudah terbiasa dengan menu makanan yang satu ini. Apalagi saat bulan Ramadan, masakan ini sering menghiasi hidangan berbuka puasa. Masyarakat mungkin terasa jenuh jika selama bulan puasa terus-terusan memasak ikan basah atau ikan laut, yang mengakibatkan hilangnya selera makan. Sementara tubuh manusia membutuhkan banyak asupan gizi, protein agar tetap sehat.
Di sinilah, pangkat ini menjadi solusi karena dapat merangsang selera makan seseorang. Konon lagi saat sahur banyak orang mengalami hambatan yaitu hilangnya selera makan akibat mengantuk setelah bangun tidur.
“Pangkat bisa menambah selera makan, kadang jenuh juga kalau harus makan ikan basah terus-terusan,” kata Sakiyah, warga Subulussalam kepada portalsatu.com, Sabtu, 2 Juli 2016.
Pucuk rotan ini sangat mudah didapat di Pasar Tradisional Terminal Terpadu Kota Subulussalam. Umbut ini sudah dipotong-potong atau berukuran sekitar 1,5 meter agar Anda mudah membawa pulang ke rumah. Biasa dijual dengan harga Rp5000 per potong.
Cara memasak gulai pangkat sangat mudah. Potongan-potongan pangkat yang sudah dibersihkan, lalu rebus hingga mendidih agar getah pahit yang ada pada umbut rotan tersebut hilang. Selanjutnya, dikeringkan, lalu olah sesuai keinginan Anda, apakah dijadikan anyang atau pangkat makanan berkuah?[]
Laporan Dirman