LHOKSEUMAWE Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) prihatin dengan ketidakberdayaan bupati bersama jajarannya dan DPRK Aceh Utara. Hal ini terkait minimnya pendapatan asli daerah (PAD) terutama dari pendapatan pajak dan retribusi daerah, sehingga membuat ketergantungan kabupaten ini terhadap dana transfer Pemerintah Pusat cukup tinggi.
Rendahnya PAD Aceh Utara mencerminkan kegagalan eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan pembangunan daerah, ujar Alfian, Koordinator MaTA melalui pernyataan diterima portalsatu.com, Rabu, 19 Oktober 2016, usai siang.
Alfian menyebut selama ini eksekutif dan legislatif Aceh Utara tidak memiliki mental dan jiwa pengabdian. Akan tetapi, kata dia, mereka hanya sebagai pemakai anggaran yang sudah ada alias tidak mau kerja keras.
Birokrasi masih memiliki pengaruh dengan gaya hidup, tidak mandiri, masih saja berharap hidup dengan dana trasfer dari Pemerintah Pusat kepada daerah. Tidak ada kebijakan dan upaya pengalian sumber PAD, padahal daerah ini memiliki potensi besar sumber pendapatan, kata Alfian.