TERKINI
EKBIS

Pabrik Pusong tak Berfungsi, Nelayan Terpaksa Datangkan Es dari Medan

Menurut Zakaria, dulu pabrik tersebut sempat menjadi sebuah bangunan idaman para nelayan setempat, sebab es yang diproduksi dapat membantu nelayan.

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1K×

LHOKSEUMAWE- Pabrik Es yang dibangun di Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe tahun 2009, kini  tidak berfungsi lagi. Alhasil, nelayan setempat terpaksa mendatangkan es batang dari luar kawasan tersebut.

Tak hanya itu, akibat tidak difungsikan lagi, semua aset yang ada dalam pabrik habis dijarah oknum tidak bertanggung jawab.

Pantauan portalsatu.com, Sabtu, 21 November 2015, siang, aset yang dijarah seperti tabung priyon, pipa dari tembaga, mesin penggerak, trafo dan sejumlah peralatan penting lainnya. Yang tertinggal hanyalah bangunan gedung, atap dan sejumlah kotoran hewan.

Muhammad Zakaria, seorang nelayan setempat kepada portalsatu.com menyebutkan, selama ini nelayan sering kesulitan mendapatkan es batang, terutama saat tangkapan ikan meningkat.

“Jadi, kalau tangkapan ikan lagi banyak, kami terpaksa harus membeli es batang ke Pidie atau Medan. Karena produksi es batang dari pabrik kecil di Punteut dan Hagu Selatan tidak mencukupi,” kata Zakaria.

Menurut Zakaria, dulu pabrik tersebut sempat menjadi sebuah bangunan idaman para nelayan setempat, sebab es yang diproduksi dapat membantu nelayan. Namun, kata Zakaria, saat itu pengelolaan pabrik tidak tertata dengan baik, sehingga operasionalnya hanya bertahan dalam waktu singkat.

“Kami sebenarnya sangat berharap pabrik tersebut diaktifkan kembali. Sebab tiap hari kami memerlukan 2.000 lebih es batang untuk mendinginkan ikan hasil tangkapan. Namun melihat kondisi pabrik saat ini kecil kemungkinan akan aktif lagi, sebab segala fasilitas di dalamnya habis semua. Yang tinggal hanya bangunannya saja,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Lhokseumawe segera mencari solusi terkait Pabrik Es di TPI Pusong. “Jika Pemko sayang kepada nelayan maka fungsikan kembali pabrik tersebut secara maksimal,” kata Zakaria.

Sementara itu, data diproleh portalsatu.com dari sejumlah sumber, Pabrik Es tersebut dibangun tahun 2009 dan rampung pada 2011 dengan dana Otsus dan DAK sekitar Rp2 miliar lebih.[]

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar