LHOKSEUMAWE – Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP) Lhokseumawe, Drh. Rizal, membenarkan Pabrik Es di Pusong tidak berfungsi lagi.

“Sebenarnya pabrik tersebut dibangun tahun 2010 dan berfungsi tahun 2012. Saat itu kita serahkan kepada pihak ketiga dengan sistem KSO, namun mereka tidak fokus dalam mengelolanya,” kata Rizal kepada portalsatu.com, Sabtu, 21 November 2015.

Menurut Rizal, manajemen pengelolaan Pabrik Es Pusong tersebut kacau, sehingga kemudian berdampak menunggaknya tagihan listrik terjadi pemutusan arus oleh PLN. Ia mengaku pihaknya telah berulang kali menegur pengelola pabrik itu, namun mereka tidak mengindahkan hingga bangunan tersebut tidak berfungsi lagi. Kata Rizal, aset dalam bangunan pabrik itupun telah dijarah oknum tidak bertanggung jawab.

Rizal menambahkan, tahun 2016, Pemko Lhokseumawe berencana membangun Pabrik Es baru di lokasi lain. “Nantinya akan kita bangun di  Kecamatan Blang Mangat,” katanya.

Pabrik baru tersebut, kata Rizal, akan menelan biaya sekitar Rp2,5 miliar dengan kapasitas produksi 20 ton es. “Itu akan dianggarkan pada dana APBK dan DAK,” ujar Rizal. “Sedangkan bangunan pabrik di Pusong nantinya akan dijadikan gudang Pemko Lhokseumawe”.[]