Majalah Playboy mengalami penurunan oplah penjualannya. Oplah majalah itu kini hanya sekitar 800.000 eksemplar. Padahal sebelumnya, oplah mereka bisa mencapai 5,6 juta pada tahun 1975.
Penurunan oplah terjadi setelah mereka memutuskan untuk berhenti menampilkan gamba-gabar telanjang. Terkait dengan hal itu, majalah Playboy kini tengah menjajaki kemungkinan penjualan grup hiburan dewasa tersebut.
Menurut sumber yang dikutip BBC, grup tersebut bisa mendapat lebih dari US$500 juta atau lebih dari Rp 6 triliun dari penjualan grupnya. Dikabarkan, Bang Investasi Moelis & co dipilih untuk menangani proses penjualan ini.
Sebelumnya, pada Oktober 2015, Playboy memutuskan untuk berhenti menampilkan gambar-gambar telanjang karena menganggap hal itu sudah ketinggalan zaman.
Majalah ini didirikan oleh Hugh Hefner pada 1953 dengan edisi pertamanya menampilkan aktris Marilyn Monroe sebagai “Playmate of the Month”. Playboy sempat mendapat tawaran pembelian untuk keseluruhan perusahaan setelah rumah Hefner dijual Januari lalu.
Playboy Mansion – yang terkenal karena pesta gila-gilaannya – dijual dengan harga US$ 200 juta atau hampir Rp 3 triliun meski syaratnya Hefner harus diberi izin untuk tetap tinggal di rumah itu sampai 45 tahun.
Jika terjual, maka properti di Los Angeles itu akan menjadi salah satu kediaman pribadi paling mahal di AS. | sumber : tempo