IDI RAYEK – Gampong Seuneubok Bayu di Kecamatan Indra Makmur merupakan sebuah desa yang sangat terisolir di wilayah pedalaman Aceh Timur.
Desa ini berjarak sekitar 20 kilometer jika ditempuh dari pusat keramaian Gampong Alue Mirah Kecamatan Indra Makmur. Seunebok Bayu terdiri dari tigadusun, yakni dusun Perjuangan, dusun Salak Bata, dan dusun Pelalu.
Ratusan jiwa penduduk memilih untuk bertetap di sana. Mayoritas profesi mereka adalah petani mulai petani karet, kakao dan tanaman palawija lainnya.
Namun sayangnya kondisi Gampong Seunebok Bayu hingga kini masih terkurung kegelapan. Maklum aliran arus listrik belum bisa dinikmati masyarakata di sana.
Hal ini diakui oleh salah satu anggota DPRK Aceh Timur Fraksi Partai Aceh, Abdul Hamid atau yang dikenal sebagai Pang Rahet yang telah melakukan kunjungan kerja ke gampong tersebut kemarin, Kamis, 24 Maret 2016.
“Letak gampong itu memang sangat terisolir, namun meskipun daerah pedalaman mereka juga harus mersakan adanya listrik seperti daerah lain,” ujar Pang Rahet kepada portalsatu.com, Jumat, 25 Maret 2016.
Selain itu politisi Partai Aceh itu mengakui adanya laporan yang diterimanya dari tokoh masyarakat, selain tidak adanya listrik, masih ada infrastruktur lainnya yang belum tersentuh dari pemerintah untuk gampong tersebut, di antaranya, jembatan, jalan dan sarana lainnya.
“Dari laporan itu kita segera turun ke lapangan untuk melihat apakah sarana prasarana lainnya yang belum memihak kepada rakyat, maka ini menjadi bahan evaluasi saya nantinya,” kata Pang Rahet.
Selaku wakil rakyat Pang Rahet berjanji akan memperjuangkan usulan yang telah disampaikan oleh masyarakat setempat.
“Ini akan kita perjuangkan apa yang telah disampaikan, kita juga sangat tidak menginginkan masyarakat tidak punya listrik, karena ini bukan zamannya lagi masyarakat berada dalam kegelapan, apalagi salah satu fungsi listrik digunakan untuk pendidikan,” ucap Pang Rahet.[](ihn)