DIN Minimi, tokoh yang tiba-tiba muncul sebagai berita umat media-media telah turun gunung, menyerahkan diri berserta senjatanya kepada petugas keamanan negara.

Sebelumnya, GAM berdamai dengan RI pada 2005, angkatan perangnya diminta menyerahkan senjata utuk dipotong-potong. Akankah Din Minimi dan kelompoknya diperlakukan serupa?

Akankah senjata yang diserahkan oleh Din Minimi dan kelompoknya dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam museum? Dari manakah senjata itu didapatkan, berapa harganya, siapa pembeli dan uang dari mana digunakan untuk membelinya?

Mengapa senjata penting dalam kasus Din Minimi dan kelompoknya? Mereka diburu karena dikabarkan memiliki senjata api yang dilarang di negeri ini, setelah diperkirakan sebagai pembunuh. Itu penting diketahui supaya negara bisa mencegah pemilikan senjata terlarang oleh masyarakat di kemudian hari.

Kalau Din Minimi dan kelompoknya yang kini turun gunung sudah dilindungi oleh hukum (?), bagaimana dengan para anggotanya yang telah meninggal dunia sebelum itu?

Sebelumnya, setelah turun gunung, bagaikan ada usaha menggiring pemahaman masyarakat supaya menganggap GAM sebagai pejuang yang gagal, kemudian dijadikan pecundang, bahkan sekarang diberi cap penjahat dengan memenjarakan beberapa anggotanya yang menjadi kepala daerah.

Bagaimana dengan Din Minimi dan kawan-kawannya, akankah di kemudian hari dijadikan pahlawan yang gagal atau penjahat? Itu tergantung perancang peristiwa dan media massa.

Apakah kasus Din Minimi penting bagi Aceh? Tuntutan Din Minimi yang disiarkan di media-media, berkesan sudah pernah terdengar sebelumnya dari pihak lain. Maka apakah hanya untuk itu ia berperang?

Kalau dikabarkan Din Minimi menuntut ketidakadilan pemerintah Aceh, mengapa ia turun dijemput oleh Kepala BIN? Apa hubungan tuntutannya dengan institusi yang menjemput? Melihat isi tuntuannya, akan lebih masuk akal apabila ia dijemput oleh gubernur, wakil gubernu, ulama, atau anggota DPRA.

Kalau isi tuntutannya demikian, mengapa disebutkan bahwa ia dan kelompoknya diburu karena pembunuhan? Kalau mereka disebutkan sebagai bekas GAM yang memiliki senjata, apakah ada senjata yang tidak diserahkan GAM dulu untuk dipotong-potong?

Kalau benar, maka pimpinan GAM harus diminta pertanggungjawabannya dan tidak mungkin saat itu diterima oleh pemerintah RI atau oleh anggota GAM sendiri. Kalau ternyata Din Minimi dan kelompoknya tidak terdaftar sebagai anggota GAM yang senjatanya harus diserahkan, sipakah mereka?

Jika sejak sebelum 2005 mereka sudah menjadi anggota GAM, berarti keberadaannya tidak diakui sehingga tidak didaftarkan untuk diserahkan senjatanya, atau mereka memang bukan anggota GAM sejak dulu?

Bagaimana hal-hal itu masuk akal? Atau ada kabar yang salah disampaikan oleh media-media? Siapa Din Minimi dan kelompoknya yang kini dalam perlindungan negara?

*Thayeb Loh Angen penulis novel Aceh 2025