Kata hampir dan nyaris mempunyai kemiripan arti. Keduanya menyatakan hal yang dekat dengan peristiwa atau keadaan tertentu. Karena kemiripan itu, banyak orang yang salah kaprah menggunakannya.
Sebenarnya, nyaris dan hampir memiliki perbedaan makna. Perbedaannya ialah bahwa kata hampir bersifat netral; mungkin berkaitan dengan hal yang tidak diinginkan, mungkin pula tidak. Kata nyaris cenderung dikaitkan dengan peristiwa yang tidak diinginkan: bahaya, kecelakaan, kemalangan, dan sebagainya.
(1) Mobil kami hampir kehabisan bensin ketika sampai di Semarang.
(2) Kedua pesawat penumpang itu nyaris bertabrakan.
Kata hampir mengandung makna belum dan mengisyaratkan bahwa peristiwa yang dimaksudkan itu selanjutnya dapat terjadi. Pada kalimat (1), misalnya, mobil itu dapat benar-benar kehabisan bensin setelah melewati Semarang. Contoh lain terdapat pada kalimat berikut ini.
(3) Hari sudah hampir malam.
Kata nyaris tidak mengisyaratkan berlangsungnya suatu proses. Pada kalimat (2) di atas, misalnya, tidak diisyaratkan bahwa peristiwa tabrakan betul-betul terjadi sesudah itu. Dalam hal ini, kata nyaris sepadan dengan hampir saja seperti pada kalimat berikut.