Langsung ke konten

Kutunggu Kabarmu

Sabtu, 26 September 2026

Artikel

Nyan Ban! Ek Leumo Jeut Keu Gas di Paloh Lada

<!-- wp:freeform -->
<p>LHOKSEUMAWE – Mengantisipasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, sejumlah masyarakat di Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, membuat bahan bakar jenis biogas bersumber dari kotoran sapi (Aceh: <em>ek leumo</em>).</p>

<p>Bahan bakar murah dan aman tersebut hadir setelah diluncurkan oleh PT. Perta Arun Gas (PAG) sebagai pilot project energi ramah lingkungan biogas. Biogas tersebut dibuat dari kotoran sapi yang fungsingya sebagai alternatif jika kelangkaan atau kekosongan gas elpiji 3 Kg seperti kerap terjadi selama ini.</p>

<p>“Proses pembuatan biogas terbilang sederhana, hanya mengunakan kotoran sapi yang ditampung dalam tabung bawah tanah untuk difermentasi. Gas hasil fermentasi dialirkan ke rumah warga melalui pipa,” kata Presiden Direktur PT Perta Arun Gas (PAG) Teuku Khaidir pada peresmian pilot project tersebut.</p>

<p>Dia menjelaskan, untuk perdua hari, satu keluarga kecil hanya perlu lima kilogram kotoran sapi yang dicampur 10 liter air untuk membuat biogas. Hal itu tentu lebih mudah ketimbang membeli minyak tanah maupun elpiji untuk keperluan memasak.</p>

<p>Tak hanya itu, selain lebih praktis, murah, dan aman menggunakan biogas setelah dimanfaatkan sebagai bahan pembuat biogas, kotoran sapi tetap bisa dijadikan pupuk kompos.[]</p>
<!-- /wp:freeform -->

Jadilah yang pertama menyukai 0 komentar
Komentar

0 Komentar

Unggah Video

Silakan masuk atau daftar untuk membagikan video Anda.

Masuk Daftar Gratis

Unggah Gambar

Silakan masuk atau daftar untuk membagikan foto Anda.

Masuk Daftar Gratis

Tulis Artikel

Silakan masuk atau daftar untuk membagikan tulisan Anda.

Masuk Daftar Gratis

Pedoman Komunitas SUMATRApost

  1. Tanpa pornografi. Konten bermuatan seksual, ketelanjangan, atau ajakan asusila ditolak otomatis.
  2. Tanpa kekerasan. Konten sadis, ancaman, atau ajakan melukai orang lain ditolak otomatis.
  3. Tanpa SARA. Ujaran kebencian terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan ditolak otomatis.
  4. Jujur & bertanggung jawab. Jangan sebarkan hoaks. Sebutkan sumber bila mengutip.
  5. Hormati privasi. Jangan unggah data pribadi orang lain tanpa izin.
  6. Konten yang dilaporkan banyak pengguna akan diturunkan untuk ditinjau.

Disukai oleh