IDI RAYEUK – Nelayan Kuala Idi meminta kepada pemerintah kabupaten Aceh Timur untuk memperluas kegiatan proyek menggali uala (muara sungai, tempat bertemu sungai dengan laut) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) setempat.
Sudah 3 kali proyek penggalian, tapi hasil masih kurang, masih banyak bot- bot kami tidak bisa masuk karena kuala masih dangkal, kalau kami mau masuk ke sana terpaksa menunggu air pasang dulu, ujar Syahril, salah satu orang yang dituakan dalam pengurusan Panglima Laot Idi, kepada portalsatu.com, Rabu 23 Desember 2015.
Syahril mengatakan, proyek penggalian kuala yang pernah dikerjakan oleh rekanan tidak bisa dimanfaatkan oleh nelayan Idi. Sehingga, katanya, menghambat perputaran ekonomi di kalangan nelayan.
Kapal- kapal besar masih belum bisa masuk ke kuala, sedangkan nelayan dan hasil tangkapan ikan di Idi sangat banyak, kalau kita tunggu air pasang bisa saja ikan kami busuk, katanya.
Syahril meminta kepada pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk benar-benar mengevaluasi setiap proyek pembangunan yang dikerjakan di wilayah Kuala Idi.
Kalau dikerjakan proyek itu harus benar-benar, dialokasikan pada tempat yang dibutuhkan, ini yang perlu dipantau jangan proyek asal jadi, katanya.[](tyb)