LHOKSUKON –  Amina, 65 tahun, warga Gampong Meunasah Asan, Kemukiman Ara Bungkok, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara terpaksa menjalani perawatan di Puskesmas setempat. Ia mengalami luka bakar saat mencoba menyelamatkan harta bendanya dari kobaran api yang melahap habis rumahnya, Kamis 5 November 2015 pukul 09.00 WIB.

Informasi dihimpun portalsatu.com menyebutkan, kebakaran itu terjadi diduga akibat kelalaian Amina yang meninggalkan rumah dalam kondisi dapur kayu yang menyala, karena sedang memasak air minum untuk keluarganya.

“Sekitar pukul 08.30 WIB, Amina bersama suaminya, Teungku Abdulrani Maun, 83 tahun, memasak air minum di dapur menggunakan kayu bakar. Dalam kondisi api masih menyala, suami istri itu pergi berbelanja sayuran,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi melalui Kapolsek Lhoksukon Iptu Hendra Gunawan Tanjung via telpon seluler.

Dijelaskan, beberapa saat kemudian api di dapur rumah itu semakin membesar, hingga akhirnya bara api terjatuh ke lantai rumah yang juga terbuat dari kayu (papan).

Saat api yang membakar lantai kian membesar, M Ihdan Abdya, 10 tahun, yang berada di lokasi langsung berteriak minta tolong. Dalam sekejap warga berdatangan yang disusul mobil pemadam kebakaran. Namun tidak ada harta benda yang berhasil diselamatkan.

“Melihat rumahnya terbakar, Amina yang baru pulang dari pasar mencoba masuk di antara kobaran api. Ia berusaha menyelamatkan harta bendanya, namun gagal. Bahkan ia mengalami luka bakar di bagian kedua lengan, pipi kiri dan kaki kiri,” ujar Iptu Hendra.

Berdasarkan data yang diperoleh di lokasi dari korban, kerugian materi dari kejadian tersebut mencapai Rp125 juta. Seluruh bangunan rumah dan isinya ludes terbakar.

“Ini merupakan kelalaian pemilik rumah. Mereka meninggalkan rumah saat api masih menyala di dapur. Seharusnya api dimatikan terlebih dahulu sebelum bepergian, walaupun hanya beberapa menit. Petugas telah mendatangi lokasi dan meminta keterangan saksi-saksi,” ucap Iptu Hendra.

Sementara itu, Amina yang terbaring lemas di Puskesmas Lhoksukon mengatakan, “Hana sapue na le. Bandum abeh tutong (Tidak ada yang tersisa lagi. Semua habis terbakar).”

Adapun sejumlah barang rumah yang terbakar, di antaranya televisi, tempat tidur, mesin jahit, becak barang, lima karung padi yang baru dipanen, dokumen/surat-surat berharga dan seluruh isi rumah lainnya.[]