Mengharumkan nama Aceh dalam pencapaian prestasi memang impian semua putra-putri kelahiran Aceh. Baik berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Nanda Muliana Abdullah, mahasiswa kelahiran Paloh Teungoh, 31 Mei 1996, ini telah mengukir nama Aceh dalam perlombaan Pekan Seni Mahasiswa Nasional XIII (Peksiminas) di Sulawesi Tenggara, 11-17 Oktober 2016 lalu.
Anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan Abdullah Ar dan Syarifah Aini tersebut meraih juara 2 perlombaan Peksiminas bidang penulisan cerita pendek (cerpen). Cerpennya berjudul Perempuan Pengeja Laut mendapat penilaian terbaik kedua dari juri.
Perjuangan Nanda mengukir prestasi tingkat nasional terbilang sangat panjang. Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah ini bermula mengikuti seleksi lomba penulisan cerpen yang digelar oleh fakultas.
Cerpen Seruling Amad dan Hikayat Aneuk Yatim miliknya mendapat juara terbaik di tingkat fakultas. Dari sana, Nanda menjadi perwakilan FKIP dalam ajang perlombaan tingkat universitas. Ia bersaing menulis cerpen terbaik dengan puluhan peserta dari beberapa fakultas lain di Unsyiah.
Balada Hari Meugang, cerpen miliknya ini mendapat penilaian yang memuaskan. Ia memperoleh juara satu dalam perlombaan di tingkat Universitas Syiah Kuala. Kemudian, Nanda diangkat sebagai wakil Unsyiah mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Aceh di Langsa, 4-7 Agustus 2016.
Semangat peremuan asal Keumala, Kabupaten Pidie ini semakin menggelora. Di Peksimida, ia menulis sebuah cerpen berjudul Ratep Luka. Saat pengumuman pemenang, nama serta judul cerpennya dibacakan sebagai pemegang piala juara satu. Kala itu airmatanya berlinang, ia terharu.