BANDA ACEH – Tiga juri musikalisasi puisi dalam ajang Festival Musikalisasi Puisi dan Lagu Berbahasa Daerah yang dihelat Nadadiva Multy Kreasi bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh memberikan catatan khusus kepada para kelompok musikalisasi puisi di Aceh. Salah satunya diminta memodernisasi alat musik tradisional dalam perkembangan musik kekinian.
Ketiga dewan juri tersebut adalah Dosen Institut Seni dan Budaya Indonesia Provinsi Aceh Sulaiman Juned, pendiri Sekolah Musik Moritza dan Composer Moritza Thaher, dan peneliti Balai Bahasa Meliala Sembiring.
Meliala Sembiring pada kesempatan itu mengatakan, peserta festival musikalisasi puisi dominan terjadi kurang menjaga artikulasi bahasa dari puisi yang dimainkan. Musikalisasi puisi di Aceh katanya juga belum berkembang dan masih memainkan pola-pola lama.
“Musik yang dimainkan masih bergaya lama, dan berbeda dengan perkembangan secara nasional di mana alat musik daerah diracik menjadi suguhan musik yang modern,” katanya.
Sementara Moritza Thaher mengatakan, musikalisasi puisi di Aceh masih bergaya tahun 80-an. Padahal alat musik yang dipakai di masa itu sudah menjadi modern seperti gitar dan lainnya. Termasuk alat musik zaman yang sekarang dimainkan secara modern.