BANDA ACEH – Ketua Partai Aceh (PA)/Komite Peralihan Aceh (KPA), H Muzakir Manaf, menegaskan komitmennya bersama-sama membangun Aceh di masa mendatang. Salah satu komitmen tersebut adalah mengangkat calon wakil gubernur pendampingnya di Pilkada 2017 mendatang dari partai nasional.
“Alhamdulillah, ka lage mufakat, bahkan untuk masa depan, lon sidroe untuk kebersamaan geutanyo, lon akan lon cok dari Parnas menjadi wakil lon untuk kebersamaan geutanyo sama-sama. Jadi nyan, jeut ta kheun jinoe, haba geunanceng haba peunutoh yang han jeut ta utak atik lee (Alhamdulillah, seperti mufakat, untuk masa mendatang saya akan mengambil perwakilan parnas menjadi wakil saya untuk kebersamaan kita. Itu adalah kata-kata kunci dan merupakan keputusan terakhir yang tidak bisa diganggu gugat lagi),” kata pria yang akrab disapa Mualem tersebut dalam silaturahmi antar partai lokal dan partai nasional di Meuligo Wagub Aceh, Sabtu, 14 November 2015 malam.
Dalam silaturahmi tersebut, 14 perwakilan partai yang hadir juga membicarakan upaya mewujudkan kesuluruhan implementasi MoU Helsinki dalam aturan turunannya UUPA.
Mualem berharap keputusan tersebut dapat dipahami oleh seluruh kader dan masyarakat demi kemakmuran dan kejayaan Aceh di masa mendatang. Menurutnya jika seluruh elemen bersatu maka Aceh bermartabat akan mudah terwujud.
“Kita memperkuat diri, bersatu. Kalau kita bercerai berai, orang akan menonton. Jika kita bersatu maka orang di luar akan segan dengan Aceh. Jadi atra nyan lon rasa sama-sama ta meuphom, yang penting tanyo tetap sapat. Meunyo kheun kamoe baro kon, eh barangkapat, tapi lumpo tetap yang saban. Nyan yang kamo harapkan, yang kamo meugade bak-bak dron ma mandum (Hal itu saya rasa sama-sama kita maklumi, yang penting kita tetap bersama. Kalau istilah kami dulu, tidur boleh dimana saja, tapi mimpi tetap sama. Itu yang kami harapkan dari Anda semua),” katanya.
Hadir dalam silaturahmi ini antara lain Ketua Gerindra Aceh TA Khalid, Sekum Golkar Aceh Muntasir Hamid, Miryadi Amir dari Demokrat Aceh, Muhibbussabri dari PDA, Darmuda dari PNA, politisi PKS, PPP, PKB, PBB, PKPI, dan Ketua NasDem Aceh Zaini Djalil.[]
